BOGOR, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengungkapkan, pengerjaan trase baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis, Kota Bogor, akan melibatkan pekerja dari warga lokal (warlok).
Hal itu dimandatkan langsung oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat.
"Informasi dari Pak Kadis BMPR Provinsi kemarin juga sempat memberikan mandat langsung kepada saya untuk merekrut tenaga kerja lokal, 15 sampai 20 orang lah secukupnya," kata Jenal di Batutulis, Kota Bogor, Kamis (14/5/2026).
Baca juga: Jalan Alternatif Batutulis Bogor Selesai Diperbaiki, Sudah Bisa Dilintasi Hari Ini
Posisi pekerja lokal itu disesuaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat seperti pekerja kasar, kernet, ataupun kuli bangunan.
"Tapi tentu disesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki. Entah itu pekerja kasar, kenek, atau tukang," ujar dia.
Jenal juga menugaskan Camat hingga RW setempat untuk mendata pekerja orang yang membutuhkan pekerjaan.
Ia menuturkan, pekerja lokal harus dalam usia produktif dan memang masih mampu bekerja pada sektor pembangunan infrastruktur jalan.
"Saya rasa Pak RW dan Bu Lurah nanti dan Pak Camat kita tugaskan untuk mendata orang-orang yang memang membutuhkan pekerjaan," kata Jenal.
"Saya rasa usia produktiflah ya, yang memang mampu dan bisa bekerja. Ini kembali kepada masyarakat, kepada aparat wilayah," imbuh dia.
Sebagai informasi, sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), pembangunan trase baru tersebut ditargetkan rampung akhir Oktober 2026.
Pembangunan trase baru Jalan Batutulis menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 21,2 miliar.
Baca juga: Jalan Rusak di Batutulis Akan Diperbaiki, Warga Bogor: Alhamdulillah, Semoga Tak PHP
Termasuk pembangunan konstruksi, penguatan tebingan, dan jalur pedestrian.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Jalan dan Jembatan Wilayah Penanganan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho menjelaskan, trase baru Jalan Saleh Danasasmita memiliki panjang sekitar 300 meter dan lebar delapan meter.
Selain itu, bunker yang berada pada ujung jalan tersebut tidak akan terdampak pengerjaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




