Pantau - Iran menyatakan tidak akan mengizinkan Amerika Serikat mengirim senjata melalui Selat Hormuz menuju pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan konflik regional.
Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia mengatakan larangan tersebut mulai diberlakukan setelah eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
“Mulai sekarang, kami tak akan mengizinkan senjata Amerika melintasi Selat Hormuz dan memasuki pangkalan-pangkalan regional,” kata Akraminia seperti dikutip Press TV pada Rabu (13/5).
Iran Perketat Pengawasan Selat HormuzAkraminia menjelaskan wilayah barat Selat Hormuz berada di bawah komando Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, sementara bagian timur dikendalikan tentara Iran.
“Pengendalian yang terkoordinasi ini akan meningkatkan pengawasan dan kedaulatan Iran atas kawasan tersebut, sekaligus menghasilkan pendapatan hingga dua kali pendapatan minyak,” ungkapnya.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar global.
Gangguan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut disebut telah memicu kenaikan harga bahan bakar dunia.
Konflik Iran-AS Masih MemanasKonflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil di Iran.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 7 April 2026, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dan melanjutkan pembicaraan di Islamabad, Pakistan.
Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa hasil konkret.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi waktu kepada Iran mengajukan “proposal terpadu”.




