Negara-negara anggota BRICS menggelar Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri di New Delhi, India, Kamis (14/5), di tengah meningkatnya ketegangan global akibat perang Iran dan krisis energi dunia.
Forum dua hari itu dihadiri sejumlah negara anggota BRICS, termasuk Iran, Rusia, juga Indonesia. Konflik Iran serta gejolak harga minyak disebut menjadi isu utama dalam pembahasan, seperti dilansir AFP.
Menteri Luar Negeri (Menlu) India Subrahmanyam Jaishankar mengatakan dunia saat ini sedang berada dalam kondisi internasional yang penuh ketidakpastian.
"Kita bertemu di saat hubungan internasional berada dalam kondisi penuh gejolak," kata Jaishankar dalam pidato pembukaan forum.
Ia menyebut konflik yang sedang berlangsung, ketidakpastian ekonomi, hingga tantangan perdagangan, teknologi, dan energi kini membentuk lanskap global baru.
"Banyak negara masih menghadapi tantangan terkait keamanan energi, pangan, pupuk, dan kesehatan," lanjutnya.
Pertemuan BRICS kali ini juga dihadiri Menlu Iran Abbas Araghchi dan Menlu Rusia Sergei Lavrov.
Dalam forum tersebut, Araghchi menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal komersial.
"Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal komersial yang bekerja sama dengan angkatan laut kami," kata Araghchi, dikutip dari Reuters.
Ia juga menegaskan Iran tidak akan tunduk pada tekanan.
"Tidak ada solusi militer untuk apa pun yang berkaitan dengan Iran. Kami rakyat Iran tidak pernah tunduk pada tekanan atau ancaman, tetapi kami membalas penghormatan dengan penghormatan," ujarnya.
Perang Iran dan gangguan jalur pelayaran di kawasan Teluk disebut menjadi perhatian besar India, yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah.
BRICS awalnya dibentuk pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan sebagai forum negara berkembang untuk meningkatkan pengaruh global di tengah dominasi Barat.
Kini blok tersebut telah diperluas dengan bergabungnya Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Indonesia, dan Uni Emirat Arab.
Pertemuan tingkat menteri luar negeri ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang dijadwalkan berlangsung pada 12-13 September 2026 dan akan dihadiri para pemimpin negara anggota maupun negara mitra BRICS.





