Pacitan: Seorang pedagang tempe bernama Eko Susanto menjadi korban penyiraman cairan oleh dua orang tidak dikenal (OTK) saat hendak mengambil dagangan ke Pasar Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Rabu pagi, 13 Mei 2026. Ia diserang di jalan area persawahan Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo.
Pamenwas Polres Pacitan Kompol Prabowo mengatakan polisi telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan saat ini masih melakukan penyelidikan.
“Kami telah menerima laporan warga. Saat ini masih dalam penanganan,” katanya, dilansir dari Antara, Kamis, 14 Mei 2026.
Baca Juga :
Hakim Ragu Tak Ada Perintah Komando di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pihaknya juga telah meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap pelaku serta motif penyiraman cairan tersebut.
Sebagai informasi, korban yang bernama Eko Susanto, tersebut merupakan warga Dusun Plugon, Desa Pagerrejo, Kecamatan Ngadirojo. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian mata, telinga, dan dada.
Anak korban bernama Sela Dewi Agustina mengatakan ayahnya dihentikan oleh dua orang tidak dikenal saat melintas di jalan pinggir sawah wilayah Desa Wiyoro. Menurut dia, pelaku sempat berpura-pura menyampaikan titipan sebelum menghentikan korban di tengah perjalanan.
“Pelaku mengaku ada titipan. Setelah bapak berhenti, dua orang yang memakai jas hujan dan helm langsung menyiramkan cairan dari dalam botol,” ujarnya.
Usai kejadian, korban mendatangi Polsek Ngadirojo untuk meminta pertolongan. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Ngadirojo dan dirujuk ke RSUD dr. Darsono Pacitan untuk menjalani perawatan medis.
Petugas membezuk Eko Susanto, korban penyiraman air keras, di RSUD dr Darsono Pacitan, Jawa Timur, Rabu, 13 Mei 2026. Antara/HO - Polres Pacitan Korban Dirujuk ke RS Luar Daerah Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, Jawa Timur, dr Johan Tri Putranto, mengatakan kondisi korban secara umum stabil. Namun, korban membutuhkan penanganan dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi.
“Secara garis besar stabil. Tetapi pasien perlu dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi,” katanya.
Dia mengatakan korban mengalami luka bakar akibat siraman cairan yang diduga mengandung bahan kimia. Luka ditemukan pada bagian wajah, kelopak mata, dagu, dan dada, dengan dominasi di sisi kiri tubuh.
“Jejas atau luka akibat siraman terdapat di bagian wajah, kelopak mata, dagu, dan dada,” tuturnya.
Ia menjelaskan luas luka bakar yang dialami korban diperkirakan sekitar 10 persen. Namun, karena diduga disebabkan cairan kimia, pasien membutuhkan penanganan medis lanjutan secara khusus.
RSUD dr Darsono Pacitan, lanjut Johan, belum memiliki dokter spesialis bedah plastik sehingga korban direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Solo, Yogyakarta, atau RSUD dr Soedono Madiun. Pihak rumah sakit juga belum dapat memastikan jenis cairan yang digunakan pelaku karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari kepolisian.
“Untuk memastikan jenis cairan kimia, nanti ada pemeriksaan lanjutan oleh pihak kepolisian,” ujarnya.




