Jakarta: Penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Di balik tingginya angka kasus dan risiko kematian yang ditimbulkan, berbagai upaya terus dilakukan untuk menghadirkan harapan baru bagi pasien yang mengalami kerusakan jantung pasca serangan jantung akut.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penelitian terapi regeneratif menggunakan sel punca mesenkimal yang dikembangkan untuk membantu memperbaiki fungsi jantung pasien.
Dokter spesialis penyakit dalam Konsultan Kardiovaskular, Dr. dr. Dede Moeswir, mengatakan pasien yang mengalami serangan jantung akut umumnya menghadapi penurunan fungsi jantung akibat kerusakan pada otot jantung.
"Saat ini terapi utama yang dilakukan ialah membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat melalui tindakan intervensi koroner perkutan menggunakan kawat khusus, balon, dan pemasangan stent," kata Dede usai sidang terbuka promosi doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu, 13 Mei 2026.
Baca Juga :
Obesitas Sebabkan Lebih dari 200 Komplikasi Penyakit"Dengan kondisi tersebut, saya mengembangkan penelitian terapi tambahan menggunakan sel punca mesenkimal sebagai terapi adjuvan bagi pasien pasca serangan jantung," jelasnya.
Penelitian tersebut difokuskan pada pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (IMA STE) yang telah menjalani intervensi koroner perkutan primer atau tindakan pemasangan stent untuk membuka sumbatan pembuluh darah jantung.
Menurutnya, cedera reperfusi dan proses peradangan yang terjadi setelah serangan jantung dapat menyebabkan kerusakan jaringan jantung yang cukup berat.
Dokter spesialis penyakit dalam Konsultan Kardiovaskular, Dr. dr. Dede Moeswir. Dokumentasi/ istimewa.
"Tindakan membuka kembali aliran darah memang menjadi terapi utama untuk menyelamatkan pasien serangan jantung. Namun, sebagian pasien tetap berisiko mengalami kerusakan otot jantung akibat cedera reperfusi, peradangan, hingga gagal jantung meski telah mendapatkan penanganan optimal," ungkapnya.
Dalam penelitian tersebut, sel punca mesenkimal dimanfaatkan karena memiliki kemampuan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel, termasuk sel otot jantung. Terapi ini diharapkan dapat membantu memperbaiki jaringan jantung yang rusak akibat serangan jantung akut.
"Dengan pemberian terapi sel punca mesenkimal, diharapkan kerusakan otot jantung dapat dikurangi sehingga fungsi pompa jantung pasien membaik," ungkapnya.
Meski demikian, Dede mengakui hasil penelitian saat ini belum menunjukkan perbaikan optimal dalam waktu singkat. Proses pembentukan sel otot jantung baru membutuhkan waktu yang panjang sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan masa pemantauan lebih lama.
"Kami berharap terapi ini dapat membantu mengurangi ukuran kerusakan otot jantung dan memperbaiki fungsi pompa jantung pasien di masa depan," ujar Dede.
Penelitian tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan terapi kesehatan berbasis regeneratif di Indonesia, sekaligus membawa harapan baru bagi pasien jantung untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang.




