Bisnis.com, JAKARTA — Kekayaan Prajogo Pangestu tercatat menguap US$1,8 miliar dalam sehari atau setara Rp31,49 triliun (kurs Jisdor BI Rp17.496 per dolar AS 13 Mei 2026) imbas dari pengumuman rebalancing MSCI.
Melansir data Forbes Real Time Billionaires, kekayaan Prajogo Pangestu berkurang 8,76% atau US$1,8 miliar per 14 Mei 2026. Forbes mencatat saat ini Prajogo Pangestu memiliki total kekayaan US$18,6 miliar.
Meski berkurang, jumlah kekayaan ini masih menempatkan Prajogo Pangestu sebagai orang terkaya di Indonesia saat ini.
Sementara itu, mengekor di posisi kedua orang terkaya di Indonesia adalah Low Tuck Kwong, dengan nilai kekayaan US$16,1 miliar, dan Robert Budi Hartono dengan kekayaan sebesar US$16,1 miliar di urutan ketiga.
Sebelumnya, MSCI mengumumkan untuk MSCI Indonesia Index, pada MSCI Global Standard Indexes, tidak ada saham baru yang masuk. Sebaliknya, enam emiten dikeluarkan dari indeks tersebut yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT).
Artinya, sebanyak tiga saham Prajogo Pangestu juga ikut terdepak dari indeks MSCI.
Melansir data RTI Infokom, saham-saham Prajogo Pangestu tercatat ambrol, dengan saham TPIA mengalami pelemahan terdalam yaitu sebesar 14,85% ke level Rp4.300 per saham.
Lalu saham BREN juga melemah 11,36% ke level Rp3.200 per saham, saham CUAN turun 10,05% ke level Rp850 per saham, dan saham BRPT melemah 8,77% ke level Rp2.080 per saham.
Kemudian saham PTRO melemah 6,51% ke level Rp5.025 per saham, dan saham CDIA melemah 4,72% ke level Rp1.010 per saham pada perdagangan kemarin, Rabu (14/5/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




