Kementan Perkuat Edukasi, Pakar Bagikan Tips Penyembelihan Hewan Kurban

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat edukasi pelaksanaan kurban yang sehat, aman, higienis, dan sesuai syariat. Hal tersebut penting untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakat serta penerapan kesejahteraan hewan.

"Edukasi melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk dinas peternakan, pengurus masjid, akademisi, dan pakar veteriner," ujar Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, I Ketut Wirata, dalam keterangan resminya, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban, hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kurban meliputi persyaratan dan penanganan hewan kurban, persiapan pemotongan hewan kurban, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, serta penanganan produknya.

Baca Juga :

Kementan Perketat Pengawasan, Waspadai Daftar Penyakit Hewan Kurban Berikut Ini
Wirata mengatakan, pentingnya peningkatan pemahaman bagi panitia kurban. Edukasi tersebut mencakup kriteria hewan kurban yang sesuai kaidah syariat dan memenuhi standar kesehatan, tata cara penanganan hewan, hingga penerapan kebersihan dan kehigienisan selama proses pemotongan.
 
“Peningkatan pemahaman bagi panitia kurban sangat diperlukan, mulai dari penentuan hewan kurban yang sesuai syariat dan sehat, tata cara penanganan hewan, kebersihan lokasi serta peralatan pemotongan, hingga pelaksanaan pemeriksaan ante mortem dan post mortem," jelasnya.
 
Dengan menggandeng pakar dari perguruan tinggi, pihaknya terus berkolaborasi dengan dinas di setiap wilayah dalam mendorong pelaksanaan kurban yang sukses, aman, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat daerah. Kesiapan panitia kurban melalui edukasi perawatan, pemotongan, kehigienisan, dan kesesuaian dengan syariat juga menjadi salah satu hal yang perlu ditingkatkan dari tahun ke tahun. Tips penyembelihan hewan kurban Staf Pengajar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University sekaligus Pelatih Juru Sembelih Halal & Animal Welfare, Supratikno, menjelaskan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban harus dilakukan oleh juru sembelih halal yang kompeten. Penyembelih juga harus paham atas kaidah syariat Islam serta prinsip-prinsip kesejahteraan hewan.
 
Ia menuturkan, hewan kurban sebaiknya dipuasakan sebelum penyembelihan dengan durasi maksimal 12 jam, namun tetap diberikan minum. Jika penampungan melebihi 12 jam, hewan harus kembali diberi pakan.

"Hewan boleh lapar, tetapi tidak boleh kelaparan. Puasa dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan, meminimalkan kontaminasi saat penyembelihan, serta menjaga kualitas daging yang dihasilkan,” katanya.
 
Ilustrasi freepik

Dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi IPB University, Denny Widaya Lukman, menjelaskan penanganan daging kurban. Menurutnya, pemilahan tiap bagian tubuh hewan kurban sangat penting untuk memaksimalkan distribusi dan menjaga kualitas daging hingga sampai ke tangan penerima.

"Tempat pencacahan daging harus bersih, serta area penanganan daging harus dipisahkan dari jeroan. Jeroan pun perlu dipisahkan antara jeroan merah (paru, jantung, hati, dan limpa) dan jeroan hijau (perut serta usus)," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teknologi Pertanian Agrivoltaic Wujudkan Desa Mandiri Pangan
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Menpora Erick Thohir Sebut Piala Presiden 2026 Jadi Bukti Sepak Bola Mampu Satukan Bangsa
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Libur Panjang, Penjualan Tiket Kereta Api Capai 685 Ribu Lebih per 14 Mei
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Jelang Real Madrid vs Real Oviedo: Pro-Kontra Mourinho, Florentino Perez Tolak Mundur, hingga Serangan terhadap Barcelona
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Ketua PGRI Jateng Sebut SE Mendikdasmen Nomor 7/2026 Bisa Ancam Guru Honorer, Ini Alasannya
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.