Gus Miftah, Gus Yusuf, dan KH Imam Jazuli Curi Perhatian Nahdliyin di PKMNU

jpnn.com
15 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, CIREBON - Suasana Ballroom Hotel Aston Cirebon menjadi sorotan saat tiga tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Gus Miftah, Gus Yusuf Chudlori, dan KH Imam Jazuli, duduk berdampingan dalam kegiatan Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU).

Ketiganya hadir sebagai peserta aktif dalam pelatihan kader yang berlangsung pada 13 hingga 17 Mei 2026

BACA JUGA: Viral! Gus Miftah Diserang Seusai Bela Pemerintah Presiden Prabowo

Mereka tampil kompak mengenakan kemeja putih dan peci hitam, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama peserta lain di bawah bimbingan instruktur senior PBNU, Masyhuri Malik.

Kehadiran para tokoh tersebut menarik perhatian warga Nahdliyin karena menunjukkan komitmen terhadap proses kaderisasi formal di lingkungan Nahdlatul Ulama.

BACA JUGA: Tinggalkan Jabatan Politik, Gus Yusuf Kembali Total ke Dunia Pesantren

PMKNU merupakan jenjang pengaderan yang dirancang untuk memperkuat wawasan ke-NU-an, ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), serta kemampuan kepemimpinan kader.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan dan peran strategis kader dalam menggerakkan masyarakat.

BACA JUGA: Imam Jazuli: NU Harus Melahirkan Ulama Digital, Hadapi Realitas Zaman

Program tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu forum penting yang melahirkan banyak aktivis, tokoh pesantren, hingga pemimpin di berbagai bidang.

Kehadiran Gus Miftah, Gus Yusuf Chudlori, dan KH Imam Jazuli dinilai menunjukkan bahwa tokoh publik dan ulama tetap menempatkan proses kaderisasi sebagai bagian penting dalam penguatan kapasitas organisasi.

Seorang peserta PMKNU mengatakan kebersamaan para tokoh tersebut mencerminkan semangat soliditas lintas spektrum di tubuh NU.

“Kami melihat ada berbagai kesamaan dalam memajukan jamiyah,” ujar peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Peserta itu menilai perpaduan latar belakang pesantren, pendidikan, dan dakwah modern yang dimiliki ketiga tokoh tersebut dapat menjadi modal penting bagi penguatan organisasi di masa depan.

Menurutnya, momen di Cirebon menjadi pesan bahwa kepemimpinan NU ke depan tidak hanya membutuhkan popularitas, tetapi juga pemahaman organisatoris yang matang melalui proses kaderisasi resmi. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PM Australia Telepon Prabowo, Terima Kasih karena Indonesia Setuju Ekspor Pupuk
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Gedung Putih: Trump-Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
• 19 jam laludetik.com
thumb
Obama Bangga Tak Perlu Bunuh Banyak Orang untuk Sepakat dengan Iran di 2015
• 7 jam laludetik.com
thumb
Hari Ini, Gerindra Sidang Anggota DPRD Jember yang Main Gim dan Merokok Saat Rapat
• 14 menit lalukompas.com
thumb
Perkuat Penanganan Bencana, Bank Sumut Serahkan Bantuan Rp4,46 Miliar ke Pemprov
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.