PM Australia Telepon Prabowo, Terima Kasih karena Indonesia Setuju Ekspor Pupuk

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menelepon Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyampaikan terima kasih atas persetujuan ekspor pupuk urea dari Indonesia ke Australia.

Ekspor tersebut menjadi bagian dari kerja sama Government-to-Government (G2G) antara Indonesia dan Australia dalam memperkuat ketahanan pangan kawasan Asia-Pasifik.

“Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan Bakom RI, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Sambo dari Tangerang: Sapi 1,1 Ton yang Dibeli Prabowo untuk Kurban

Amran memaparkan, ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton, dan menjadi tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton.

Ke depan, volume ekspor tersebut ditargetkan meningkat hingga 500.000 ton dengan nilai mencapai sekitar Rp 7 triliun.

"Ini mencetak sejarah, karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia. Rencana kita mengekspor ke Australia sesuai pembicaraan Perdana Menteri Australia dan Bapak Presiden yaitu 250.000 ton, tapi akan ditingkatkan menjadi 500.000 ton, nilainya kurang lebih Rp 7 triliun,” tuturnya.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Resmi Bintang Tiga, Kapolri Sebut Tindak Lanjut Arahan Prabowo

Menurut Amran, pemerintah tetap mengutamakan kebutuhan pupuk petani di dalam negeri.

Dia menyebut, ekspor dilakukan karena produksi nasional dalam kondisi surplus sehingga kebutuhan domestik tetap aman.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Adapun Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi urea yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan nasional sekaligus mendukung pasar ekspor.

Pada tahun ini saja, produksi urea nasional ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton sehingga masih terdapat surplus sekitar 1,5 juta ton.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembatasan Pertalite Berdasar CC Mesin Disiapkan, Pemilik Mobil Lama Bisa Terdampak
• 15 jam lalueranasional.com
thumb
BRI Life Perkuat Kualitas Portofolio di Kuartal I 2026: Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp1,17 Triliun
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak 30 Tempat Wisata di Sekitar Jakarta
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MDMC Sebut Resiliensi Bencana Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Ekonomi Jateng Selatan
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Warga Kebon Baru Tolak Penutupan Total Palang Kereta Liar
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.