Jakarta: Sebanyak 60 perguruan tinggi di Indonesia bersinergi untuk memberdayakan potensi desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lewat sistem kecerdasan buatan, atau artificial intelligence (AI). Langkah ini dilakukan untuk efisiensi pelayanan publik dan profesionalisme ekonomi desa.
Kolaborasi antaruniversitas diinisiasi Universitas Persada Indonesia Y.A.I (UPI Y.A.I) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Nasional Batch ke-7 di Kabupaten Subang. Program ini menjadi sorotan utama, karena melibatkan institusi pendidikan dari berbagai penjuru nusantara, mulai dari Jakarta hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Terus terang saya sangat salut untuk teman-teman UPI Y.A.I ini karena kerja keras mereka. Bayangkan hari ini ada sekitar 60 universitas dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di sini, dimotori oleh UPI Y.A.I,” kata Public Relations dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Doni Sihotang dalam keterangannya, Kamis, 14 Mei 2026.
Baca Juga :
Kolaborasi Mendorong Inovasi Engineering Berbasis AI hingga SustainabilityDoni mengatakan fokus utama terkait hal ini, adalah introduksi teknologi digital guna meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan profesionalisme ekonomi desa. Melalui kelompok kerja yang dibentuk, para akademisi memberikan edukasi mengenai peran artificial intelligence (AI) sederhana berupa Chatbot.
Inovasi ini diintegrasikan ke dalam sistem komunikasi desa, seperti situs web resmi dan platform WhatsApp, guna membantu perangkat desa dalam melayani pertanyaan umum dari masyarakat secara otomatis dan cepat.
Artificial Intelligence. Foto: Istimewa
“Kami berbicara tentang bagaimana peran chatbot. Ternyata ada beberapa yang baru mengenal chatbot. Padahal chatbot bisa diintegrasikan ke website maupun WhatsApp untuk membantu melayani pertanyaan umum dari masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti chatbot dapat menjadi solusi efektif bagi pelaku usaha maupun pengelola layanan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan secara digital dan responsif.
Implementasi teknologi pintar ini diharapkan menjadi katalisator bagi transformasi digital BUMDes di Kabupaten Subang. Agar, lebih responsif terhadap kebutuhan warga maupun calon mitra bisnis.
Dengan adanya Chatbot AI, hambatan birokrasi konvensional dapat dipangkas sehingga layanan publik menjadi lebih transparan dan efisien. Langkah progresif ini dinilai menjadi golden standard (standar emas) baru bagi pengabdian masyarakat di Indonesia karena mampu menyatukan perspektif dari berbagai latar belakang daerah untuk menyelesaikan masalah lokal.




