Alasan SMAN 1 Pontianak Tolak Cerdas Cermat Ulang Usai Polemik Nilai Juri yang Viral

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Pontianak, VIVA – Polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat akhirnya memasuki babak baru. Setelah viralnya kontroversi pengurangan poin terhadap peserta SMAN 1 Pontianak, pihak sekolah kini resmi menyatakan tidak akan ikut dalam pelaksanaan lomba ulang yang disiapkan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).

Keputusan tersebut disampaikan langsung melalui pernyataan sikap resmi yang ditandatangani Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, tertanggal 14 Mei 2026. Dalam surat itu, sekolah menegaskan langkah yang sebelumnya dilakukan bukan untuk menyerang pihak tertentu maupun membatalkan hasil perlombaan.

Baca Juga :
Netizen Auto Nyeletuk usai Tahu MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ternyata Biasa Jadi MC Wedding
Polemik Cerdas Cermat, MPR RI Telaah Sanksi Tambahan untuk Juri

SMAN 1 Pontianak menyebut keberatan yang mereka ajukan semata-mata bertujuan memperoleh klarifikasi atas mekanisme penilaian yang dianggap menimbulkan tanda tanya di publik.

“Langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.

Pihak sekolah juga menegaskan sejak awal tidak memiliki niat untuk menganulir hasil lomba. Mereka memilih menghormati keputusan akhir sekaligus memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas yang telah ditetapkan sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.

“SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional,” tulis pernyataan tersebut.

Tak hanya itu, SMAN 1 Pontianak memastikan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan final ulang yang sebelumnya diumumkan oleh MPR RI.

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang,” lanjut isi surat itu.

SMAN 1 Pontianak meminta seluruh pihak menghentikan kegaduhan dan mengedepankan semangat persatuan. Sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang berkembang selama beberapa hari terakhir.

“SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.”

Kronologi Polemik Nilai Juri

Kontroversi ini bermula saat final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026. Ajang tersebut diikuti sembilan SMA dari berbagai daerah di Kalbar. Setelah melalui babak penyisihan, tiga sekolah lolos ke final yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Baca Juga :
Netizen Geram Lihat Anggota DPRD Jember Santai Main Game Sambil Merokok Ketika Bahas Stunting: Pecat Langsung!
Kenal Lebih Dekat dengan Sosok Josepha Alexandra, Peserta Lomba Cerdas Cermat MPR yang Berani Kritik Juri
Dikecam Warganet, Juri Cerdas Cermat MPR: Ngeledekin Saya Gak Bikin Saya Jatuh

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kakorlantas Instruksikan Jajaran Utamakan Pendekatan Humanis dan Tekan Kecelakaan
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Smart #2 Resmi Diperkenalkan, Mobil Listrik Mini dengan Tampilan Futuristis
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Potret Haru Nadiem Cium Kening Istri Usai Dituntut 18 Tahun Penjara
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Update Bursa Transfer: Ipswich Town Bidik Bek Marseille, Posisi Elkan Baggott Semakin Terjepit di Skuad Liga Premier Musim Depan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Menkomdigi: Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.