Di Forum BRICS, Menlu RI Singgung Soal Negara Pengacau Tatanan Internasional

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyerukan negara anggota BRICS untuk memperjuangkan hukum internasional tanpa standar ganda. Menurutnya, saat ini pihak-pihak yang membangun tatanan internasional turut berperan dalam menciptakan kekacauan.

"Kita hidup di zaman ketika mereka yang membangun tatanan internasional juga berkontribusi pada kekacauannya," ujar Sugiono ketika memberikan pidato di BRICS Foreign Ministers' Meeting di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026).

Baca Juga
  • Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Warga Diminta Pakai Masker
  • Israel Gugat NYT Karena Ungkap Kebiasaan IDF Perkosa Tahanan Palestina
  • 27.130 Liter Air Zamzam untuk Jamaah Haji Asal Aceh Sudah Tiba di Embarkasi

Sugiono mengatakan, sebagai kekuatan yang sedang bangkit di Global Selatan, BRICS memiliki kedudukan dan tanggung jawab untuk mengambil peran lebih aktif dalam menjaga perdamaian serta melestarikan aturan yang menopang stabilitas global.

"Ini dimulai dengan memperjuangkan hukum internasional secara adil, konsisten, dan tanpa standar ganda. Tidak ada negara yang berada di atas hukum," ucapnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia menilai, hal itu berarti perlu ada perlindungan terhadap Mahkamah Internasional dari penegakan hukum yang selektif dan campur tangan politik. Tak hanya itu, Sugiono mengatakan, Dewan Keamanan PBB perlu lebih diberdayakan untuk melaksanakan mandatnya secara efektif.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sigit Antonio Perkenalkan Kopi Khusus untuk Keharmonisan Pasutri
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ironi Nasionalisme yang Membunuh Anak Kandungnya Sendiri
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Rupiah Sentuh Rp17.613 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gerebek Sarang Narkoba Berkedok Ternak Bebek di Medan, Polisi: Tak Ada Tempat Sembunyi Bagi Pengedar
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
SMAN 1 Pontianak Tak akan Ikut Final Ulang LCC MPR, Hormati Hasil Lomba yang Telah Ditetapkan
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.