Yerusalem: Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, lakukan provokasi di halaman kompleks Masjid Al-Aqsa pada Kamis 14 Mei 2026 dengan membawa bendera Bintang Daud.
Sementara ribuan nasionalis Yahudi berpawai di jalan-jalan kota bertembok di Yerusalem Timur yang diduduki.
“Ia (Ben Gvir) mengibarkan bendera Israel di dalam kompleks dan berpose untuk foto diapit oleh petugas polisi Israel,” lapor kantor berita Palestina Wafa, seperti dikutip dari Arab News, Jumat 15 Mei 2026.
Pasukan Israel memberlakukan pembatasan bagi warga Palestina non-residen yang memasuki Kota Tua, membarikade area Gerbang Herodes dan Gerbang Damaskus, dan para pemilik toko dipaksa untuk menutup toko mereka menjelang pawai.
Ribuan nasionalis Israel berpawai melalui Kota Tua pada Kamis malam hingga Jumat, di bawah pengamanan ketat, untuk merayakan Hari Yerusalem, yang memperingati Israel mengambil kendali militer atas bagian timur kota selama perang 1967.
Pada hari Rabu, Yitzhak Wasserlauf, menteri Negev, Galilea, dan ketahanan nasional, mengunjungi Al-Aqsa menjelang acara nasionalis tersebut, yang telah menjadi ajang unjuk kekuatan bagi aktivis Yahudi dan kelompok pemukim, dan mengatakan bahwa Ben-Gvir memimpin sebuah "revolusi" di tempat suci tersebut. Kedua menteri tersebut tergabung dalam partai sayap kanan jauh Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi).
Ben-Gvir telah berulang kali menyerukan agar para jemaah Yahudi diberikan akses yang lebih besar ke Al-Aqsa. Sejak menjabat pada tahun 2023, ia telah menyerbu kompleks tersebut setidaknya 16 kali, yang memicu kemarahan dan kecaman.
Pada aksi kali ini, Ben-Gvir mendorong agar Al-Aqsa dan dibangun kuil Yahudi di atas kompleks masjid itu.




