Pelatih Semen Padang Imran Nahumarury menegaskan bahwa timnya tetap akan tampil profesional dan berusaha memberikan kemenangan sebagai hadiah terakhir untuk pendukung setia di Padang.
"Persiapan berjalan seperti biasa untuk laga kandang. Memang pertandingan ini sudah tidak berpengaruh bagi kami, tetapi kami tetap profesional sampai akhir musim," ujar Imran seperti dilansir Antara dari laman resmi I.League, Kamis (14/5/2026).
"Kami akan berusaha maksimal di dua laga terakhir. Saya berharap pemain tetap antusias untuk meraih kemenangan sebagai hadiah terakhir untuk masyarakat Padang," lanjutnya.
Laga Terakhir di Padang Jadi Pertaruhan Harga Diri
Pertandingan melawan Persebaya Surabaya menjadi laga kandang terakhir Semen Padang FC musim ini. Situasi tersebut membuat pertandingan diprediksi berjalan emosional karena tim tuan rumah ingin menutup musim di hadapan suporternya dengan hasil manis.
Imran Nahumarury menilai motivasi pemain cukup tinggi meski tekanan tetap besar setelah kepastian degradasi. "Saya lihat pemain sangat bersemangat. Ini laga kandang terakhir dan kami ingin memberikan hasil terbaik untuk suporter," kata Imran.
Dihantam Cedera dan Absennya Pemain Kunci
Misi Semen Padang FC mengalahkan Persebaya Surabaya tidak akan mudah. Sejumlah pemain utama masih diragukan tampil karena belum sepenuhnya fit, termasuk Boubakary Diarra, Ravy Tsouka, Kazaki Nakagawa, dan Angelo Meneses.
Sementara itu, Jaime Geraldo dipastikan absen karena hukuman akumulasi kartu kuning.
Kondisi ini membuat Imran Nahumarury membuka peluang memberi kesempatan kepada pemain yang minim menit bermain sepanjang musim.
"Besok akan banyak perubahan. Saya ingin mencoba pemain yang selama ini minim kesempatan bermain," ungkapnya.
Semen Padang Masih Kejar Penutup Manis
Meski situasi tim sedang sulit, Imran Nahumarury menegaskan timnya tetap membidik hasil maksimal di dua laga terakhir musim ini. Ia bahkan tak menutup peluang menyapu bersih enam poin jika kesempatan itu datang.
"Dua laga terakhir memang berat, tapi kalau kami bisa meraih enam poin, kenapa tidak? Namun kami juga harus tetap realistis," tutup Imran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





