Kuwait Menuduh IRGC Mengirim Penyusup Bersenjata ke Wilayahnya

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Negara kecil di Timur Tengah itu memperingatkan bahwa Iran harus “segera dan tanpa syarat menghentikan” tindakannya.

EtIndonesia. Kuwait pada 12 Mei menuduh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan yang gagal awal bulan ini terhadap sebuah pulau tempat rezim komunis Tiongkok membantu membangun pelabuhan di negara kaya minyak di Timur Tengah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X, Kementerian Luar Negeri Kuwait menulis bahwa rezim Iran harus “segera dan tanpa syarat menghentikan tindakan permusuhan ilegalnya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan serta merusak upaya regional dan internasional yang bertujuan meredakan ketegangan,” menurut terjemahan pernyataan tersebut.

Kuwait mengatakan bahwa sekelompok anggota bersenjata dari IRGC mencoba menyusup ke Pulau Bubiyan, yang terletak di sudut barat laut Teluk Persia dekat Irak dan Iran pada Meu ini. Kelompok Iran itu juga diduga terlibat bentrokan dengan militer Kuwait sebelum akhirnya ditangkap dalam insiden yang menyebabkan seorang anggota Angkatan Bersenjata Kuwait terluka, tambahnya.

Kementerian tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, mengatakan unit IRGC itu berusaha melakukan “tindakan permusuhan” di pulau tersebut.

Pulau Bubiyan merupakan lokasi Pelabuhan Mubarak Al Kabeer, yang sedang dibangun sebagai bagian dari inisiatif “Sabuk dan Jalan” rezim Tiongkok, yang telah menginvestasikan miliaran dolar ke negara-negara berkembang, memicu kontroversi dan peringatan dari para ahli bahwa proyek tersebut dapat menimbulkan korupsi dan utang besar.

Iran tidak segera mengakui tuduhan Kuwait tersebut secara terbuka. Tuduhan itu muncul ketika kawasan tersebut masih berada dalam situasi gencatan senjata rapuh setelah sebelumnya diserang Iran dalam perang yang sedang berlangsung. Tuduhan serta serangan berkelanjutan di kawasan itu mengancam memicu kembali perang terbuka.

Pada 11 Mei, Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah acara di Gedung Putih bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berada dalam kondisi sangat rapuh atau hampir gagal, dan usulan dari Teheran dianggap tidak memadai. 

Pejabat Iran pada 12 Mei mengatakan bahwa Teheran telah memperluas kendalinya atas Selat Hormuz, jalur perairan penting yang dilalui sebagian besar pengiriman minyak dunia, menurut penyiar pemerintah Press TV.

Militer AS telah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dengan menyatakan bahwa kapal-kapal yang menuju atau berasal dari negara tersebut akan dihentikan atau dialihkan. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam unggahan di X pada 12 Mei bahwa mereka telah mengalihkan 65 kapal dan melumpuhkan empat kapal saat menegakkan blokade tersebut, yang diumumkan sekitar satu bulan lalu.

Trump melakukan perjalanan ke Tiongkok pekan ini untuk menghadiri sebuah pertemuan puncak, di mana Iran kemungkinan akan menjadi topik utama. Beijing telah lama menjadi pembeli minyak mentah Iran yang dikenai sanksi dan terdampak secara ekonomi akibat penutupan Selat Hormuz, yang memicu krisis energi global.

Selain Kuwait, Uni Emirat Arab dalam beberapa kesempatan selama masa gencatan senjata juga mengatakan bahwa mereka menjadi sasaran serangan Iran.

Israel, yang bergabung dengan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran dalam konflik tersebut, baru-baru ini mengirim beberapa baterai pertahanan rudal “Iron Dome” ke UEA. Hal itu dikonfirmasi Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee pada 12 Mei dalam sebuah konferensi di Universitas Tel Aviv.

Associated Press turut berkontribusi dalam laporan ini.

Sumber : Theepochtimes.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Kedelai Impor Naik Imbas Rupiah Lemah, Perajin Tempe Khawatir
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Pemkab Kukar Dorong Investasi Sektor Unggulan Lewat RIRU
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penjelasan Polisi Pernah Tangkap WN Jepang di Jakbar Terkait Prostitusi Anak
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kemendagri-Korsel kerja sama perkuat layanan kedaruratan nasional
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Seret Nama Ridwan Kamil dan Roby Kurniawan, Ayu Aulia Minta Maaf dan Ngaku Halu
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.