Bareskrim Gerebek Markas Judi Online di Jakarta, Ratusan WNA Diamankan-Beranda Nasional

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Aparat kepolisian dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri baru saja mengungkap operasi jaringan judi online internasional yang bersembunyi di balik sebuah gedung tertutup di Jakarta. Penggerebekan yang berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026, tersebut berhasil mengamankan ratusan pelaku yang sebagian besar merupakan warga negara asing.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra, mengonfirmasi penangkapan 321 pelaku dalam sebuah konferensi pers di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower pada Sabtu, 9 Mei 2025. Wira merinci asal kewarganegaraan para pelaku tersebut sebagai berikut: 

  • Vietnam sebanyak 228 orang
  • Tiongkok sebanyak 57 orang
  • Myanmar sebanyak 13 orang
  • Laos sebanyak 11 orang
  • Thailand sebanyak 5 orang
  • Malaysia sebanyak 3 orang
  • Kamboja sebanyak 3 orang
  • Indonesia sebanyak 1 orang

Baca Juga :

Menkomdigi: Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online
Berawal dari Kecurigaan Warga Sekitar Terbongkarnya markas rahasia ini bermula dari kepedulian masyarakat sekitar. Warga yang merasa curiga dengan aktivitas janggal dan sangat tertutup dari kelompok WNA di Gedung tersebut memutuskan untuk segera melapor kepada pihak berwajib. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti kepolisian dengan penyelidikan mendalam hingga berujung pada aksi penggerebekan yang sukses.

Baca Juga :

Polisi Bongkar Markas Judi Online di Kota Batam, 24 WNA Ditangkap
Pembagian Tugas yang Terstruktur Dari hasil pemeriksaan sementara, kelompok ini diketahui telah mengoperasikan situs perjudian secara terorganisasi selama kurang lebih dua bulan terakhir. Polisi menangkap basah para pelaku saat mereka sedang sibuk mengoperasikan sistem judi di depan layar perangkat mereka masing-masing.

Seluruh tersangka ternyata memiliki peran dan pembagian tugas yang sangat spesifik layaknya sebuah perusahaan. Ada kelompok yang bertugas khusus di bagian pemasaran jarak jauh atau telemarketing, bagian keuangan, hingga bagian layanan pelanggan.

Saat ini, seluruh pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia guna membongkar jaringan yang kemungkinan lebih besar. (Daffa Yazid Fadhlan)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Modus Operandi Judol internasional: Beroperasi di Satu Negara, Buru Korban di Negara Lain
• 9 jam lalukompas.com
thumb
PD Dukung Pembentukan Satgas Khusus Perizinan: Mestinya Memang Satu Atap
• 6 jam laludetik.com
thumb
Ayah Sebut Josepha Sering Tolak Bermain dengan Teman karena Dianggap Buang-buang Waktu, Ungkap Kebiasaan Putrinya yang Bikin Orang Tua Khawatir
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
HNSI Sulsel Gandeng Kelompok Nelayan Halilintar Perkuat Sektor Perikanan Tangkap
• 14 menit laluharianfajar
thumb
Punya Kas Jumbo, GOTO Berencana Buyback Saham Rp3,5 Triliun
• 17 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.