TABLOIDBINTANG.COM - Aktris Cinta Laura Kiehl kembali menjadi sorotan publik setelah mengunggah pernyataan panjang di media sosial X terkait tuntutan 18 tahun penjara terhadap Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi Chromebook.
Lewat unggahannya, Cinta menilai kasus tersebut menjadi gambaran pahit tentang bagaimana orang-orang kompeten dan idealis kerap “dihancurkan” saat mencoba masuk ke dalam sistem pemerintahan.
“18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini,” tulis Cinta Laura dalam unggahannya.
Meski tak secara langsung membahas detail hukum kasus yang menjerat Nadiem, perempuan 32 tahun itu mengajak publik melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.
Menurutnya, Indonesia memiliki pola yang membuat banyak talenta terbaik akhirnya enggan terjun ke pemerintahan.
“Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem,” tulisnya lagi.
Cinta Laura juga menyinggung bagaimana generasi muda selama ini terus didorong untuk mengabdi kepada negara, namun di saat bersamaan mereka disuguhi realita yang justru menakutkan.
“Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?” lanjutnya.
Singgung Talenta Muda yang Memilih Pergi
Dalam unggahan tersebut, Cinta Laura turut menyoroti fenomena brain drain atau hengkangnya talenta muda Indonesia ke luar negeri.
Ia menyebut banyak anak muda berbakat akhirnya memilih jalur lain di luar pemerintahan karena merasa sistem terlalu berbahaya untuk dimasuki.
“Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan,” tuturnya.
Tak berhenti di situ, Cinta juga menilai kemajuan startup, industri kreatif, hingga inovasi anak bangsa tidak akan cukup jika tata kelola pemerintahan masih dipenuhi korupsi dan kekuasaan yang dinilai tidak sehat.
“Kalau pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, kalau aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?” katanya.
Di akhir tulisannya, Cinta Laura menyampaikan dukungan moral kepada keluarga Nadiem Makarim dan masyarakat yang merasa sedih serta frustrasi melihat situasi tersebut.
“Ini momen yang sedih banget buat Indonesia,” tutupnya.




