Sepekan Ditawarkan, ST016 Telah Ludes Rp5,79 Triliun

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah sepekan ditawarkan kepada investor, SBSN Ritel kedua tahun ini, ST016 telah diserap senilai Rp5,79 triliun dari total target penerbitan Rp15 triliun.

Melansir data mitra distribusi Bibit pukul 09.03 WIB, penjualan produk ini sejak 8 Mei 2026 telah laku sebesar 38,6% dari target penjualan. Diperinci, ST016-T2 telah ludes terjual sekitar Rp3,86 triliun, sementara ST016-T4 telah terjual senilai Rp1,93 triliun.

Dengan kata lain, ST016-T2 kini telah tersisa 61,4% yang mencerminkan sisa Rp6,14 triliun. Sementara itu, ST016-T4 tersisa 61,5% atau Rp3,07 triliun dari target.

Laris manisnya penjualan ST016 sebetulnya telah diprediksi oleh kalangan analis. Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Banjaran Surya Indrastomo, memprediksi daya beli pasar terhadap ST016 akan solid.

Hal itu tampak dari realisasi penjualan SR024 yang mencapai Rp17,49 triliun, yang menunjukkan minat investor ritel yang besar, khususnya bagi produk syariah dengan imbal hasil yang menarik.

”ST016 ditawarkan dengan karakteristik floating with floor, sehingga relatif masih menarik di tengah ketidakpastian suku bunga dan volatilitas pasar,” katanya kepada Bisnis, dikutip Jumat (15/5/2026).

Baca Juga

  • Pembuktian Investor di ST016
  • Mencermati Ujian Daya Serap Sukuk Tabungan ST016
  • Cara Beli SBN Ritel Terbaru ST016 yang Kuponnya Tembus 6%

Proyeksi positif penjualan ST016 juga ditopang oleh potensi reinvestasi dari investor ST012 yang akan jatuh tempo pada 10 Mei 2026. Nilai jatuh tempo ST012-T2 bahkan mencapai Rp14,57 triliun, hampir menyamai target penjualan ST016 secara total.

“Dalam kondisi ekonomi yang masih tumbuh tetapi dibayangi risiko inflasi, volatilitas rupiah, dan tekanan pasar obligasi, ST016 dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin menjaga nilai kekayaannya sekaligus memperoleh imbal hasil secara rutin,” tutupnya.

General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia, turut memasang sikap optimistis terhadap penjualan ST016. Salah satu yang menjadi dasar kepercayaan diri BNI adalah animo masyarakat terhadap penawaran SBN Ritel sepanjang 2026.

”Memperhatikan tren penjualan SBN Ritel sebelumnya serta animo yang BNI terima, peluang serapan pasar terhadap ST016 diperkirakan masih kuat dengan basis investor SBN Ritel yang senantiasa tumbuh,” katanya kepada Bisnis, Minggu (10/5/2026).

Henny memprediksi, ST016-T2 akan lebih diminati investor lantaran jangka waktu yang lebih pendek dan sejalan dengan horizon investasi oleh investor ritel yang cenderung berjangka waktu pendek.

Hal itu sejalan dengan data realisasi penjualan SBN Ritel yang cenderung ’laku keras’ pada tenor pendek ketimbang panjang. Pada SR024 misalnya, tenor pendek membukukan penjualan senilai Rp12,14 triliun, sementara tenor panjang hanya Rp5,34 triliun.

Begitu pula pada ORI029 yang kendati tidak mencapai target penjualan, tetapi mampu membukukan penjualan pada tenor pendek Rp10,95 triliun dan hanya Rp3,48 triliun pada tenor panjang.

”Dalam setiap penerbitan, upaya literasi dan pendalaman pasar selalu menjadi perhatian utama. Dalam hal ini, BNI bersama Kemenkeu senantiasa bekerja sama dengan melakukan sosialisasi dan penawaran kepada masyarakat seluas-luasnya,” tambah Henny.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Temuan Belatung, KSP Dudung Sebut Dua Dapur MBG di Jakbar Di-suspend!
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Karaoke di Daan Mogot Jakbar Diduga Jadi Sarang Prostitusi Anak, 5 Orang Jadi Tersangka
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Pemeran James Bond dalam film terbaru dipilih melalui audisi
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Akses Tol Pattimura di Salatiga Senilai Rp113 Miliar Ditargetkan Selesai 2027
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Indonesia Resmi Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Nilainya Diproyeksi Rp7 Triliun
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.