Jakarta, VIVA – Persaingan industri otomotif nasional semakin ketat sepanjang 2026. Di tengah ramainya penjualan mobil Jepang dan naiknya merek China, ada beberapa merek yang justru kesulitan mendapatkan pembeli.
Dilihat VIVA Otomotif dari data retail sales Gaikindo, Jumat 15 Mei 2026, selama periode Januari hingga April 2026 sejumlah merek mobil bahkan mencatat penjualan sangat kecil setiap bulannya. Beberapa di antaranya hanya mampu menjual satu digit unit kendaraan.
Audi menjadi salah satu merek dengan penjualan paling minim di Indonesia sepanjang awal tahun ini. Pada Januari hingga April 2026, merek asal Jerman tersebut hanya mencatat penjualan 1 unit, 2 unit, 2 unit, dan 1 unit.
Volvo juga mengalami kondisi serupa dengan penjualan yang sangat terbatas. Sepanjang empat bulan pertama 2026, Volvo hanya membukukan penjualan 5 unit pada Januari, 1 unit Februari, 5 unit Maret, dan 5 unit April.
Subaru sebenarnya memiliki basis penggemar tersendiri di Indonesia, terutama untuk model performa dan SUV. Namun penjualannya masih relatif kecil karena hanya mencatat 14 unit Januari, 29 unit Februari, 12 unit Maret, dan 11 unit April.
Volkswagen juga belum mampu kembali ke masa kejayaannya di pasar nasional. Merek asal Jerman tersebut hanya menjual 12 unit Januari, 21 unit Februari, 19 unit Maret, dan 16 unit April 2026.
Meski volume penjualannya kecil, sebagian besar merek tersebut memang bermain di segmen niche dengan target pasar terbatas. Harga kendaraan yang tinggi serta jaringan dealer yang tidak sebanyak merek massal turut memengaruhi penjualan.
Selain itu, tren pasar Indonesia saat ini lebih banyak bergerak ke arah SUV, MPV, dan kendaraan elektrifikasi dengan harga kompetitif. Kondisi tersebut membuat merek premium Eropa semakin sulit bersaing dari sisi volume penjualan.
Di sisi lain, pasar otomotif nasional justru mulai dipenuhi merek baru asal China yang agresif menghadirkan model elektrifikasi. Kehadiran mereka membuat persaingan semakin berat bagi merek yang memiliki lini produk terbatas.
Total retail sales mobil nasional sendiri mencapai 287.581 unit sepanjang Januari hingga April 2026. Angka itu menunjukkan pasar masih bergerak positif, meski tidak semua merek berhasil menikmati pertumbuhan penjualan secara merata.





