Grid.ID - Berita soal Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara gegerkan publik. Bahkan influencer Jerome Polin sesalkan kejadian ini.
Ya, Jerome Polin sesalkan tuntutan jaksa yang membuat Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2026).
“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Nadiem Anwar Makarim oleh karena itu dengan pidana penjara selama 18 tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara.
Dengan perintah Terdakwa segera ditahan di Rumah Tahanan Negara,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dikutip Grid.ID dari TribunJakarta.com, Jumat (15/5/2026).
“Menjatuhkan pidana denda terhadap Terdakwa Nadim Anwar Makarim sejumlah Rp 1.000.000.000 yang wajib dibayar dalam jangka waktu 1 bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap,” imbuh jaksa.
Mengetahui berita tersebut, Jerome Polin sesalkan tuntutan jaksa sekaligus berikan sindiran keras ke pemerintah.
Dimana dalam pernyataannya banyak orang yang berkompeten dan berintegritas selalu saja bak seolah-olah sengaja dijatuhkan (ditumbalkan).
"Lihat Mas Nadiem dipenjara 18 tahun, ujung-ujungnya semua orang yang berkualitas dan berintegritas bakal takut masuk atau bekerja sama dengan pemerintah," tulis Jerome Polin.
Sekedar informasi, sebelum menjadi Menteri Pendidikan diketahui merupakan pengusaha dan pendiri Gojek. Nadiem Makarim juga merupakan lulusan Master of Business Administration (MBA) dari Harvard Business School.
Sementara itu, usai aksi Jerome Polin sesalkan tuntutan jaksa yang membuat Nadiem Makarim dituntut 18 tahun, sang influencer juga meluapkan unek-uneknya.
Yakni soal dimana hati nurani seorang jaksa yang tega membuat Nadim Makarim dituntut selama itu.
"Tim Jaksa penuntut umum yang kasih tuntutan buat Mas Nadiem Makariem tenang ga sih hidupnya sekarang? Keluarganya tenang ga sih? Bisa tidur ga? tulis Jerome dikutip Grid.ID dari Instagram @jeromepolin, Jumat (15/5/2026).
Tak berhenti sampai di situ, Jerome juga mempertanyakan bukti di persidangan yang tak dianggap. Serta tidak ditemukannya kesalahan namun Nadiem tetap dijerat hukum.
Bahkan hukuman Nadiem lebih berat dari koruptor.
"Udah speechless. Semua bukti di persidangan gak dianggep. Gak bisa nemuin kesalahan, tapi tetep di hukum.
Bahkan hukumannya lebih berat dari banyak kriminal dan koruptor," tulis Jerome Polin.
Lebih lanjut sebagai orang yang memiliki impian menjadi menteri pendidikan, Jerome Polin tak memungkiri bahwa dirinya merasa sedih dan patah hati. Dan hal ini, dirasa Jerome juga dialami oleh orang-orang yang sama-sama memiliki impian seperti dirinya
Yakni ingin berkontribusi untuk Indonesia, namun menjadi takut karena kejadian yang menimpa Nadiem Makarim.
"Sebagai orang yang punya impian untuk menjadi menteri pendidikan dan berkontribusi untuk pendidikan Indonesia, aku sedih dan patah hati banget.
Aku yakin gak cuma aku, tapi semuaaa orang yang punya panggilan untuk berkontribusi untuk Indonesia, orang-orang yang baik, berintegritas, dan tulus, akan takut dan gak mau ambil resiko kalau berakhir seperti ini," tandas Jerome Polin. (*)
Artikel Asli




