JAKARTA, DISWAY.ID - Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) akan menggelar rapat pleno pada 21 Mei 2026 untuk menentukan waktu dan tempat pelaksanaan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama.
“Panitia sudah disahkan, hari ini ada rapat pertama panitia. Rais Aam sudah setuju untuk kita selenggarakan pleno tanggal 21 Mei nanti. Itu nanti untuk memutuskan waktu dan tempat Munas Kombes,” ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.
BACA JUGA:PBNU Gandeng UI Perluas Kerja Sama Pendidikan, Siapkan Program Beasiswa Double Degree
Penyelenggaraan Munas dan Konbes ini hasilnya akan menentukan kapan dan di mana penyelenggaraan forum tertinggi PBNU, Muktamar, digelar. Dalam muktamar ini akan menentukan masa kepengurusan yang baru PBNU untuk lima tahun ke depan.
Gus Yahya mengatakan banyak usulan yang mengemuka untuk penyelenggaraan Munas-Konbes maupun muktamar seperti Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Barat, NTB, Jawa Timur, hingga Jawa Barat.
Kendati demikian, menurutnya, keputusan baru akan diambil dalam Munas dan Konbes PBNU.
BACA JUGA:Viral WNA Dijambret di Bundaran HI, Jakarta Makin Tak Aman?
“Jadi nanti kita akan bicarakan, kita putuskan dengan cara NU, lah. Cara NU itu artinya dengan kebijakan, wisdom dari para sesepuh kiai di lingkungan itu,” kata Gus Yahya.
Perihal nama-nama yang muncul sebagai kandidat calon ketua umum PBNU, Gus Yahya mempersilakan siapapun untuk maju. Salah satu nama yang diisukan bakal maju yakni Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Disinggung apakah Gus Yahya akan kembali maju dalam kontestasi Ketum, ia menyebut ingin menuntaskan segala janji ketika terpilih sebagai pimpinan PBNU saat muktamar di Lampung.
“Saya ini sekarang sedang berusaha melunasi hutang janji saya pada waktu maju calon di Lampung kemarin. Kalau sudah lunas semua, ya, sudah. Kalau belum lunas, saya akan minta tempuh (maju),” katanya.





