Tokyo, VIVA – Honda tengah menghadapi salah satu periode tersulit dalam bisnis otomotif modern mereka. Pabrikan asal Jepang itu diperkirakan mencatat kerugian operasional hingga sekitar Rp275 triliun pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
Tekanan terbesar datang dari strategi kendaraan listrik atau EV yang ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Honda bahkan memutuskan membatalkan tiga model EV untuk pasar Amerika Utara setelah mempertimbangkan kondisi pasar dan potensi kerugian jangka panjang.
Namun di tengah tekanan tersebut, ada satu bisnis Honda yang justru menjadi penyelamat perusahaan, yakni sepeda motor. Di saat bisnis mobil mengalami tekanan besar akibat investasi EV dan perlambatan pasar, penjualan motor Honda masih terus menghasilkan keuntungan stabil.
Laporan Nikkei Asia yang dilihat VIVA Otomotif Jumat 15 Mei 2026 menyebut, bahwa divisi sepeda motor Honda diperkirakan membantu perusahaan kembali menuju profitabilitas pada tahun fiskal berikutnya. Situasi ini membuat motor bukan lagi sekadar bisnis pelengkap bagi Honda.
Fenomena tersebut sebenarnya cukup masuk akal jika melihat pasar Asia. Di negara seperti Indonesia, India, Vietnam, Thailand, hingga Filipina, sepeda motor masih menjadi alat transportasi utama jutaan masyarakat setiap hari.
Honda juga memiliki jaringan dan volume penjualan motor yang sangat besar di kawasan tersebut. Skuter matik 110cc hingga motor komuter 125cc menjadi kendaraan harian yang dipakai bekerja, mengantar barang, hingga menghadapi kemacetan kota besar.
Berbeda dengan mobil listrik yang membutuhkan investasi sangat mahal, bisnis motor dinilai jauh lebih efisien. Pengembangan motor tidak memerlukan baterai besar, perangkat lunak rumit, maupun platform kendaraan bernilai miliaran dolar.
Keuntungan bisnis motor juga datang dari volume penjualan tinggi. Honda selama puluhan tahun dikenal sangat kuat di segmen motor praktis dengan harga terjangkau, terutama di negara berkembang.
Ironisnya, di saat Honda selama ini gencar berbicara soal masa depan elektrifikasi dan teknologi kendaraan baru, sumber keuntungan paling stabil perusahaan justru masih berasal dari motor berbahan bakar bensin konvensional.
Bisnis roda dua Honda sendiri sangat luas, mulai dari motor bebek, skutik, sport, adventure, superbike, hingga kendaraan niaga ringan. Semua segmen tersebut ikut menopang bisnis global perusahaan.





