Sebuah Perusahaan Bangkrut karena Hutang, 5 Ekor Kucing Dilelang Pengadilan untuk Membayar hutang

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Belakangan ini, lima ekor kucing yang dilelang di platform lelang yudisial Aset Alibaba menarik perhatian luas publik. Paket lima kucing tersebut dibuka dengan harga awal 10.000 yuan.

Menurut laporan, kucing-kucing itu sebelumnya merupakan fasilitas kesejahteraan perusahaan di Nanping untuk membantu karyawan mengurangi stres dengan “bermain bersama kucing”. Kini setelah perusahaan terlilit hutang dan bangkrut, kucing-kucing yang terdaftar sebagai aset perusahaan ikut disita dan dilelang secara hukum.

Halaman lelang menunjukkan bahwa harga pembukaan untuk lima kucing itu adalah 10.000 yuan dan lelang akan dimulai pada 25 Mei pukul 10 pagi, dengan masa penawaran selama satu hari. Hingga tanggal 12 Mei, baru ada empat orang yang mendaftar untuk ikut menawar, namun sudah menarik 3.982 kali kunjungan penonton.

“Kucing-kucing ini dibeli oleh perusahaan dan merupakan aset perusahaan. Sekarang perusahaan sudah bangkrut dan masih memiliki banyak hutang, jadi pengadilan menyitanya untuk dilelang,” kata seorang sumber bermarga Zeng mengatakan kepada wartawan Modern Express. 

(Tangkapan layar dari internet)

Ia menjelaskan bahwa dari lima kucing tersebut, tiga adalah kucing dewasa betina berusia dua hingga tiga tahun, terdiri dari dua ekor ras Ragdoll dan satu British Shorthair biru. Dua lainnya adalah anak kucing jantan dan betina yang baru berusia lebih dari dua bulan.

Zeng mengatakan bahwa silsilah kucing-kucing tersebut cukup murni dan kualitasnya sangat baik. Jika dijual secara normal, total nilainya bisa mencapai 40.000 hingga 50.000 yuan. Namun setelah perusahaan bangkrut, kucing-kucing yang terdaftar atas nama perusahaan ikut menjadi aset yang dilelang secara hukum. Setelah diumumkan, sudah ada tiga sampai empat orang yang menelepon untuk menanyakan kondisi kucing-kucing itu, dan berharap mereka bisa mendapatkan rumah baru yang baik.

Peristiwa ini memicu perdebatan hangat di kalangan netizen Tiongkok :

“Kalau nasib manusia sedang buruk, hewan peliharaan pun ikut menderita!”
“Perusahaan berhutang, tapi kucing yang harus membayar hutang? Logika macam apa ini?”
“Sampai segitunya, pakai kucing untuk melunasi hutang.”
“Pada akhirnya, kucinglah yang menanggung hutangnya.”

Ada juga netizen yang teringat pada kasus seekor kucing tabby tahun lalu:

“Jadi teringat kucing tabby yang usianya tiga tahun tapi sudah ‘dipenjara’ dua setengah tahun. Awalnya juga dilelang di Alipay. Tapi sehari sebelum lelang dibatalkan. Sampai sekarang tidak tahu bagaimana nasib kucing itu. Apakah ada yang tahu kabar terbaru si kucing?”

Pada Agustus tahun lalu, Pengadilan Kawasan Pengembangan Ekonomi Yangzhou pernah melelang seekor kucing tabby. Harga awalnya hanya 500 yuan. Kucing tersebut lahir pada tahun 2022 dan ketika masih berusia beberapa bulan, pemiliknya terkena eksekusi pengadilan akibat sengketa hutang, sehingga kucing itu ikut dilelang.

Kasus tersebut sempat menjadi perhatian besar di internet. Situs lelang saat itu menunjukkan lebih dari 4.000 orang mendaftar ikut menawar, dan lebih dari 400.000 orang menyaksikan lelang tersebut. Namun media Tiongkok daratan tidak melaporkan bagaimana akhir nasib kucing itu.

Laporan gabungan wartawan Li Yun / Li Quan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembuktian Jared Ali dan Humaira Jahra di Film Children of Heaven Versi Indonesia
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Alasan Kapolri Naikkan Pangkat Kapolda Metro Jaya Jadi Komjen, Sebut Arahan Presiden Prabowo
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia Resmi Ekspor Pupuk Urea ke Australia, Nilainya Diproyeksi Rp7 Triliun
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
AS-China Akan Susun Aturan Pengamanan AI dalam Pertemuan Puncak Trump-Xi Jinping
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota DPRD Jember Main Gim dan Merokok Saat Rapat, Perlu Tindakan Tegas untuk Jaga Marwah
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.