NASSAU, KOMPAS.TV - Pesawat yang membawa sebanyak 11 orang jatuh di Samudera Atlantik. Beruntung, semua penumpang pesawat itu selamat.
Kecelakaan pesawat tersebut terjadi pada Selasa (12/5/2026), sekitar 50 mil laut di lepas pantai timur Florida, Amerika Serikat (AS).
Kecelakaan itu terjadi setelah pesawat melakukan penerbangan rutin selama 20 menit antara dua pulau di Bahama.
Pilot pesawat Ian Nixon mengungkapkan kengerian saat pesawat mengalami kecelakaan. Ia mengungkapkan kecelakaan terjadi dimulai dari matinya sistem navigasi, radio, kemudian salah satu mesin dan diikuti mesin lainnya.
Baca Juga: Menlu Sugiono Ungkap Nilai Penting BRICS bagi Tatanan Global
"Pada dasarnya, saya kehilangan sistem navigasi dan semua radio, saya sudah terbang selama lebih dari 25 tahun dan belum pernah melihat hal seperti itu," ujar Nixon kepada CBS News, Kamis (14/5/2026).
"Saya sudah melakukan yang terbaik. Ada banyak hal yang terjadi di dalam pesawat, saya hanya berusaha untuk mengendalikannya."
Ia kemudian mencoba menggunakan radio untuk meminta pertolongan saat salah satu mesin pesawat Beechcraft King Air 300 miliknya mati, yang kemudian diikuti mesin kedua.
"Saya tidak dapat menghubungi siapa pun melalui radio untuk beberapa saat. Saya mencoba menghubungi Freeport (Bahama), saya mencoba menghubungi radio Miami," ucapnya.
"Saya tidak tahu apakah mereka mendengar saya, tetapi saya tidak mendapat respons."
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : CBS News
- pesawat
- samudera atlantik
- pesawat jatuh
- bahama
- kecelakaan pesawat
- amerika serikat




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566602/original/091380500_1777200411-20260426AA_PMPC_Persija_Jakarta-3.JPG.jpeg)
