Presiden Mesir Ditembak Mati Setelah Sah Damai dengan Israel

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Potret Perjalanan Husni Mubarak (AP/BILL FOLEY)

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.



Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya perdamaian antara beberapa negara Arab dan Israel sering kali memicu polemik besar di dalam negeri. Terutama di negara yang masyarakatnya dikenal lantang menentang zionisme.


Mesir menjadi salah satu contoh paling tragis. Presiden Anwar Sadat (1970-1981) tewas dibunuh oleh tentaranya sendiri, tak lama setelah menandatangani perjanjian damai dengan Israel.

Peristiwa itu terjadi pada 6 Oktober 1981 saat Sadat menghadiri parade militer besar-besaran di Kairo. Parade tersebut digelar untuk memperingati keberhasilan pasukan Mesir menyeberangi Terusan Suez dan menembus pertahanan Israel dalam Perang Yom Kippur tahun 1973.

Seperti halnya pemimpin negara lain, Sadat duduk di tribun utama dengan pengamanan super ketat. Tak ada yang mengira akan terjadi sesuatu, sebab parade militer biasanya menggunakan senjata tanpa peluru tajam. Ini prosedur standar di banyak negara.

Namun, tanpa disadari, pasukan militer Mesir telah disusupi kelompok yang ingin menghabisi nyawa sang presiden. Saat iring-iringan kendaraan militer melintas di depan tribun, sebuah truk berhenti. Salah satu perwira di atasnya turun, lalu memberi hormat kepada Sadat.

Mengutip New York Times, Sadat lantas membalas hormat itu dengan berdiri. Namun, hormat tersebut ternyata hanyalah siasat. Dalam sekejap, tiga granat dilemparkan ke arah tribun, diikuti tembakan senapan otomatis dari pasukan di truk tersebut. Kekacauan pun pecah. Sadat tumbang di tempat bersama sejumlah pejabat dan penonton lain.

Presiden Sadat segera dilarikan ke rumah sakit dan sempat menjalani operasi, tetapi nyawanya tak tertolong. Dia dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama, 6 Oktober 1981.

Pilihan Redaksi
  • 6 Update Pertemuan Trump-Xi Jinping: Boeing-Minyak sampai Selat Hormuz
  • Kisah Mie 'Makanan Murah' yang Kini Jadi Senjata Ekonomi Negara Ini
Imbas Damai dengan Israel

Otak di balik serangan itu adalah Letnan Khalid Islambouli, anggota kelompok radikal Jihad Islam Mesir. Kelompok ini muncul sebagai reaksi keras terhadap kebijakan Sadat yang dianggap berkhianat terhadap perjuangan Palestina.

Sejak berdirinya negara Israel pada 1948, Mesir menjadi salah satu negara Arab yang paling vokal menentang zionisme. Negeri itu berulang kali terlibat perang melawan Israel, termasuk dalam Perang Yom Kippur pada 6 Oktober 1973. Kala itu, pasukan Mesir dan Suriah melancarkan serangan mendadak ke wilayah Israel bertepatan dengan Hari Besar Yahudi. Serangan ini juga tak terdeteksi intelijen AS, sehingga begitu menggemparkan dunia.

Menurut buku Anwar Sadat: visionary who dared (2013), sikap Anwar Sadat berubah drastis beberapa tahun kemudian. Pada 26 Maret 1979, dia menandatangani Perjanjian Damai Camp David dengan Perdana Menteri Israel Menachem Begin, disaksikan langsung oleh Presiden AS Jimmy Carter. Sadat menilai Israel tak bisa dikalahkan secara militer, dan perdamaian merupakan jalan terbaik bagi stabilitas kawasan.

Keputusan itu menimbulkan gelombang penolakan besar di dalam negeri. Banyak kalangan, termasuk kelompok militer dan ulama garis keras, menganggap Sadat mengkhianati perjuangan Arab. Dari situ lahirlah kelompok Jihad Islam Mesir, yang kemudian merencanakan pembunuhan terhadap sang presiden.

Meski gerakan tersebut sempat ditekan, jejak-jejak kelompok tak menghilang begitu saja. Salah satunya, Khalid Islambouli yang juga seorang tentara Mesir dan melancarkan aksinya dalam parade militer 1981. Islambouli sendiri berhasil ditangkap di tempat kejadian. Dia kemudian divonis mati dan tewas di tangan algojo pada 15 April 1982.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Proposal Damai Timur Tengah Terancam Gagal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Izinkan Kapal China Lewat Selat Hormuz Sejak Kemarin, IRGC: Kapal Musuh Tetap Diblok
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
PM Spanyol Bangga Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina Meski Dikecam Israel
• 13 jam laludetik.com
thumb
Honda Catat Kerugian Pertama dalam 70 Tahun, Target Penjualan Kendaraan Listrik Dibatalkan
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Polisi Tangkap 5 Remaja Hendak Tawuran di Kudus, Celurit hingga Corbek Disita
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
KDM Usul 70 Persen Pajak Tambang Kembali ke Desa
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.