Grid.ID – Kepergian aktor senior Epy Kusnandar meninggalkan ruang hampa yang besar bagi sang istri, Karina Ranau, dan putra mereka, Quentin Stanislavski Kusnandar. Di tengah perjuangan menata hidup baru, Karina kini lebih selektif dalam memilih pekerjaan.
Ia secara tegas menolak tawaran syuting stripping (sinetron kejar tayang) yang menyita waktu demi satu alasan, yakni tak ingin kehilangan momen bersama sang anak.
Sebagai orang tua tunggal, Karina merasa tanggung jawabnya kini berlipat ganda. Baginya, kehadiran fisik untuk Quentin adalah segalanya, mengingat kini mereka hanya memiliki satu sama lain.
Karina mengungkapkan bahwa keputusannya untuk menjauhi jadwal syuting yang padat adalah bentuk perlindungan terhadap hubungan emosional dengan putranya. Ia tidak ingin sibuk mencari rupiah dari dunia hiburan membuatnya kehilangan waktu berharga melihat pertumbuhan Quentin.
"Kalau syuting film yang cuma dua atau tiga hari, itu tidak apa-apa. Tapi kalau untuk stripping panjang, aku nggak mau. Aku nggak mau kehilangan momen sama Quentin," ujar Karina Ranau di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (14/5/2026).
Kalimat haru pun terucap dari bibirnya yang menggambarkan betapa Quentin adalah segalanya saat ini.
"Aku pengen nemenin dia terus, karena tinggal berdua saja kita di dunia ini," ujarnya.
Kedekatan Karina dan Quentin sangatlah erat, bahkan cenderung sangat protektif. Karina mengakui bahwa dirinya sering merasa sangat khawatir jika tidak mendapatkan kabar dari sang putra meskipun hanya dalam waktu singkat.
"Dia di WA (WhatsApp), kalau misalnya di-read telat satu menit saja, saya sudah kayak mau mati rasanya. Nggak bisa kerja," ungkapnya.
Hal inilah yang membuatnya merasa tidak akan bisa tenang jika harus berada di lokasi syuting dari pagi hingga dini hari seperti sistem kerja sinetron stripping.
Pilih Fokus di Warung dan Mandiri
Baca Juga: Bantah Cari Cuan dari Kematian Suami, Karina Ranau Ungkap Alasan Menyentuh Sering Unggah Konten di Pemakaman
Untuk menyambung hidup tanpa harus meninggalkan Quentin dalam waktu lama, Karina memilih fokus mengelola warung "Ayam Jukut" di Jalan Samali, Jakarta Selatan. Di warung tersebut, ia bisa tetap bekerja sembari mengawasi sang putra.
Langkah ini juga diambil untuk menjalankan pesan almarhum suaminya agar menjadi perempuan yang mandiri. Walaupun godaan untuk kembali ke gemerlap dunia hiburan lewat berbagai undangan talkshow dan agensi artis terus berdatangan, Karina tetap bergeming.
"Aku masih belum ingin (kembali syuting penuh), masih ingin di warung sini dulu saja. Saya mau jadi perempuan yang hebat seperti dibilang Papih (Epy)," tuturnya. (*)
Artikel Asli



