Pantau - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat total penerima Program Beasiswa Sawit sejak 2015 hingga 30 April 2026 mencapai 13.265 mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Divisi Penyaluran Dana Pengembangan SDM Perkebunan BPDP Sudi Bawa Suwita mengatakan sebanyak 4.975 penerima beasiswa di antaranya telah menyelesaikan pendanaan pendidikan.
“Program Beasiswa Sawit hadir sebagai investasi bagi generasi muda, yang tidak hanya mendorong kemajuan perkebunan sawit, tetapi juga memastikan keberlanjutannya bagi masa depan Indonesia,” ujar Sudi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Program tersebut tersebar di 21 provinsi dan melibatkan 42 lembaga penyelenggara pendidikan pengembangan sumber daya manusia perkebunan hingga 2025.
Pemerintah Targetkan 5.000 Penerima Baru Tahun 2026BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian terus memperluas akses beasiswa, termasuk bagi peserta dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Perwakilan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Suparwati mengatakan pemerintah menargetkan 5.000 peserta pendidikan Beasiswa Sawit pada 2026.
“Adapun alokasi dan kuota afirmasi yang disediakan yaitu maksimal 30 persen dari total kuota keseluruhan berdasarkan asal daerah dan kondisi ekonomi,” katanya saat sosialisasi Program Beasiswa Sawit di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Program afirmasi tersebut diberikan bagi peserta dari wilayah Papua, Nusa Tenggara, daerah perbatasan, dan masyarakat kurang mampu secara ekonomi.
Sosialisasi Digelar di Papua Barat DayaKegiatan sosialisasi Program Beasiswa Sawit di Kota Sorong diikuti sekitar 160 siswa SMA dan SMK sederajat serta 50 guru dari 20 sekolah di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Sorong Selatan.
Mayoritas peserta berasal dari keluarga yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen mencetak generasi unggul di sektor perkebunan.
“Diharapkan semakin banyak putra-putri daerah Papua yang menjadi bagian dari masa depan perkebunan Indonesia yang berkelanjutan,” ujarnya.
Berdasarkan data Statistik Perkebunan, luas areal perkebunan kelapa sawit rakyat di Papua Barat Daya mencapai 3.600 hektare dengan total 594 kepala keluarga petani.




