REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump memberi sinyal, operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut. Meski begitu, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
"Amerika Serikat telah menunjukkan kepada dunia selama 16 bulan luar biasa pemerintahan Trump, yang mencakup pasar saham dan dana pensiun 401K pada level tertinggi sepanjang masa, kemenangan militer dan hubungan yang berkembang di Venezuela, penghancuran militer Iran (bersambung!)," tulis Trump yang saat ini berada di Beijing, China melalui platform Truth Social," Jumat (15/5/2026).
Baca Juga
Summit Xi dan Trump di Tengah Sikap Saling Curiga
Xi Ingatkan Trump, tak Ada Perdamaian Jika Taiwan Merdeka
Jepang Pertimbangkan Ekspor Rudal Antikapal Pantai Type 88 ke Filipina
Pada 28 Februari 2026, ASdan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran. Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, namun Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Iran menerapkan aturan transit khusus bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan agar tidak ada lagi serangan terhadap negaranya dan menilai langkah itu tidak akan efektif.