Waspada! Gejala Tumor Otak Kerap Muncul Diam-Diam

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Kasus gangguan neurologi dan bedah saraf di Indonesia, seperti tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, dan gangguan saraf lainnya, terus meningkat dan membutuhkan penanganan yang presisi serta terintegrasi. Tumor otak dapat berasal langsung dari jaringan otak (tumor primer) atau dari penyebaran kanker di bagian tubuh lain (metastasis).

Sekitar 15–30 persen kasus tumor otak merupakan metastasis, yang umumnya berasal dari kanker paru-paru, payudara, dan ginjal. Tumor akibat mestasis ini adalah jenis tumor ganas atau kanker. Jenis ini menyebar melalui aliran darah menuju ke banyak organ lain termasuk otak.

Baca Juga :
Stroke dan Tumor Otak Makin Bisa Ditangani dengan Presisi Tinggi
Dr Joy Pecahkan Rekor MURI, Lulus Doktor Kedokteran Tercepat di Dunia

Lantas kapan harus waspada? Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah gejala dari tumor otak ini. Gejala tumor otak sendiri sangat beragam tergantung pada ukuran, tingkat perkembangan dan lokasinya. Beberapa gejala umum yang dapat timbul dari pasien antara lain sakit kepala yang semakin parah, kesulitan berjalan dan mengendalikan gerakan, sulit berbicara atau memahami perkataan orang lain.

Lalu ada perubahan pada perilaku atau kepribadian seperti mudah lupa atau kurang tertarik pada aktivitas yang biasa dilakukan. Kemudian gejala lainnya bisa berupa gangguan penglihatan seperti penglihaata ganda atau gerakan mata yang tidak normal.

Tubuh melemah, mati rasa atau kesemutan pada wajah juga bisa menjadi gejala dari tumor otak. Selain itu mual, muntah, atau sulit menelan, linglung hingga kejang juga masuk dalam gejala yang patut diwaspadai.

Jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut dan terjadi terus menerus atau makin parah seiring waktu, lakukanlah konsultasi ke tenaga medis.

Penanganan Medis

Akses terhadap teknologi penanganan modern yang minim invasif masih terbatas, sehingga tidak sedikit pasien yang harus mencari layanan ke luar negeri. Maka dari itu, kehadiran teknologi penanganan modern yang minim invasif di Indonesia sangat dibutuhkan agar semakin banyak masyarakat atau pasien yang dapat terlayani tanpa harus ke luar negeri.

Terkait hal itu, Siloam Hospital Lippo Village menjalin kemitraan strategis dengan PT Gamma Knife Centre Indonesia (GKCI) dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan di RSPON. Kerja sama ini akan dijalankan melalui sistem rujukan yang terkoordinasi, di mana Siloam bekerjasama dengan RSPON berperan sebagai pusat rujukan nasional yang melakukan evaluasi dan rujukan pasien.

Baca Juga :
TERPOPULER: Ramalan Zodiak, Influencer Kecantikan Paling Populer
Ngeri! Tumor Otak Mengintai, Diduga Dipicu Penggunaan KB! Kisah Wanita Asal Jawa Tengah Viral!
Selain Lebih Cepat, Kini Lakukan Pemeriksaan MRI Bisa Sambil Dengarkan Musik Hingga Nonton

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jika Sukses Datangkan Ramadhan Sananta, Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares Juga Berpeluang Boyong Sayuri Bersaudara
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Pupuk Urea RI Masuk Australia, PM Anthony Albanese Telepon Presiden Prabowo Bilang Begini
• 1 jam laludisway.id
thumb
Gebrakan Timnas Indonesia Era John Herdman, Bintang MLS dan A-League Kabarnya Jadi Kloter Pertama Naturalisasi Skuad Garuda
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Bunga Kredit Ultra Mikro di Bawah 9%, Purbaya Siapkan Subsidi dari Relokasi KUR
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Carlo Ancelotti Perpanjang Kontrak dengan Timnas Brasil hingga Piala Dunia 2030
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.