Pemprov DKI Cabut Izin 2 Tempat Hiburan di Jakbar Usai Penggerebekan Narkoba

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencabut izin operasional dua tempat hiburan malam B Fashion dan The Seven di Jakarta Barat yang digerebek terkait peredaran narkoba pada Sabtu (9/5/2026).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, mengatakan tidak ada toleransi bagi tempat usaha yang terbukti terlibat atau membiarkan aktivitas ilegal.

“Pencabutan izin operasional ini merupakan bentuk ketegasan dalam menjaga ekosistem pariwisata yang aman, tertib, dan berkualitas. Kami ingin memastikan seluruh usaha pariwisata di Jakarta menjadi ruang yang nyaman dan aman bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujar Andhika dalam keterangan resminya, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Peredaran Ekstasi dan Vape Etomidate di Hotel Jakbar Diduga Sudah Berlangsung 12 Tahun

Ia menegaskan, pengelola usaha hiburan wajib memastikan kegiatan di tempatnya sesuai aturan menjaga standar operasional, serta memastikan lingkungan usahanya bebas dari aktivitas yang melanggar hukum.

“Pelaku usaha pariwisata tidak hanya bertanggung jawab terhadap kegiatan bisnisnya, tetapi juga terhadap keamanan, ketertiban, dan kepatuhan hukum di lingkungan usahanya. Karena itu, pengawasan internal oleh pengelola menjadi hal yang wajib dilakukan secara konsisten,” ujar Andhika.

Disparekraf DKI juga menyatakan akan memperketat pengawasan bersama aparat penegak hukum untuk mencegah kejadian serupa di tempat hiburan lainnya.

“Pengawasan akan terus kami perkuat bersama aparat penegak hukum dan perangkat terkait. Kami ingin industri pariwisata Jakarta tumbuh sehat, tertib, dan memiliki standar yang dapat menjaga kepercayaan publik,” kata Andhika.

Baca juga: Kronologi Penggerebekan Sarang Narkoba di Hotel Jakbar: Polisi Menyamar Beli Ekstasi hingga Tangkap Napi

Sebelumnya, polisi menggerebek tempat hiburan malam Karaoke B-Fashion yang berada di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, terkait dugaan transaksi dan penyalahgunaan narkoba.

Kepala Seksi Industri Pariwisata Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat, Gun Gun Mujiantara, membenarkan adanya penggerebekan tersebut.

Namun, berdasarkan keterangan manajemen, narkoba yang ditemukan disebut bukan berasal dari pihak pengelola karaoke.

“Iya, benar ada penggerebekan. Tapi dari pihak manajemen meyakinkan bahwa barang itu (narkoba) tidak dari pihak manajemen sama sekali, enggak ada keterlibatan di situ. Jadi dari ada tamu yang dari luar,” kata Gun Gun saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa.

Di sisi lain, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menduga praktik peredaran narkotika di B Fashion telah berlangsung selama sekitar 12 tahun.

“Perkiraan statistik konversi terhadap barang bukti narkoba yang telah diedarkan di B Fashion selama 12 tahun,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Pencuri 108 Tas Lululemon Dipastikan Bukan Pegawai Bandara Soekarno-Hatta

Polisi memperkirakan jumlah ekstasi yang diedarkan mencapai 328.500 hingga 657.000 butir dengan nilai ekonomi sekitar Rp 328,5 miliar sampai Rp 675 miliar.

Sementara untuk vape mengandung etomidate, jumlah yang diduga beredar mencapai 21.900 hingga 54.750 pcs dengan estimasi nilai Rp 65,7 miliar hingga Rp 164,25 miliar.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari estimasi itu, Bareskrim menduga jumlah orang yang pernah mengonsumsi narkoba di B Fashion mencapai 339.450 hingga 684.375 jiwa.

“Konversi jiwa yang diduga sudah mengonsumsi narkoba ekstasi dan vape etomidate di B Fashion diperkirakan sekitar 339.450 sampai 684.375 jiwa,” ujar Eko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Genjot Pertumbuhan, Kadin Perluas Kemitraan Internasional
• 17 menit lalurepublika.co.id
thumb
Waspada! Gejala Tumor Otak Kerap Muncul Diam-Diam
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Volimania Juluki Duet Megawati Hangestri dan Jordan sebagai “Medan”, Diyakini Bisa Hidupkan DNA Juara Hyundai Hillstate
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Sumbar Longsor: 9 Orang Tewas, 3 Selamat
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Long Weekend, Penumpang KAI Tembus 393 Ribu
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.