JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara mengklaim terus melakukan pengangkutan sampah dari lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di samping Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara, setiap hari selama sepekan terakhir.
Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) LH Kecamatan Penjaringan, Fadli, mengatakan proses pembersihan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi.
“Armada yang giat di sana gabungan dari Sudin LH, UPS BA dan Sudin LH Kepulauan Seribu dan bantuan alat berat dari SDA,” kata dia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Tumpukan Sampah di Penjaringan Jakut Tak Kunjung Hilang, Warga Sebut Sudah Berkali-kali Lapor
Menurut Fadli, penanganan dilakukan secepat mungkin sesuai koordinasi dengan berbagai pihak.
“Instruksi secepatnya ditindaklanjuti, nanti kalau sudah rata baru akan ditimbun dengan lumpur oleh SDA,” ujar dia.
Ia mengungkapkan, akses masuk menuju lokasi TPS ilegal tersebut kini juga dijaga oleh tim kelurahan untuk mencegah aktivitas pembuangan sampah kembali terjadi.
"Target secepatnya. Lokasi untuk akses masuk dijaga oleh tim kelurahan,” tutur Fadli.
Baca juga: Soal Pilah Sampah, Legislator Dorong Pemprov DKI Sediakan 3 Tong Sampah untuk Tiap Rumah
Sementara itu, Stan (35), salah satu warga sekitar, mengatakan bau sampah tercium hingga Apartemen Teluk Intan yang berada di seberang deretan TPS ilegal.
“Iya, bau kalau ada angin mengarah ke seberang sini. Bau sampahnya memang menyengat jadi kecium banget,” kata Stan.
Ia mengatakan, petugas sudah beberapa kali datang ke lokasi setelah persoalan tersebut viral di media sosial. Namun, penanganan dinilai perlu dilakukan lebih tegas agar lokasi benar-benar bersih.
“(Ingin segera rapi) banget, lah. Lebih tegas aja, harusnya jangan beberapa kali saja didatanginya,” tutur dia.
Untuk diketahui, keluhan warga terkait tumpukan sampah di Jalan Kepanduan 2, Penjaringan, Jakarta Utara, terus berulang.
Baca juga: Gunung Sampah di Jaktim Disulap Jadi Urban Farming, Bahkan Ada Kolam Ikannya
Meski sudah dilaporkan melalui berbagai kanal pengaduan, aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut disebut masih berlangsung dan belum tertangani secara tuntas.
Warga sekitar, Jayadi (bukan nama sebenarnya), mengatakan aktivitas pembuangan sampah masih terjadi sehingga tumpukan terus bertambah, meskipun sudah dilaporkan melalui aplikasi JAKI.
"Sudah pernah dilaporkan melalui JAKI tapi masih dan tetap aktif sampai sekarang," ujarnya saat ditemui Kompas.com di sekitar lokasi, Rabu (14/4/2026).





