Tak Terima Ammar Zoni Dijuluki Tahanan High Risk, Aditya Zoni Beri Pembelaan pada Sang Kakak: Dia Cuma Pengguna

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aditya Zoni mengaku dirinya tak terima saat Ammar Zoni dijuluki tahanan high risk. Ia lantas memberikan pembelaan kepada sang kakak.

Baru-baru ini Aditya Zoni mengungkapkan rasa amarahnya saat mendapati sang kakak mendapat julukan tahanan "high risk" atau tahanan berisiko tinggi. Hal ini usai Ammar Zoni dan beberapa terdakwa lain kembali dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

Seperti yang telah diketahui, Ammar Zoni dijatuhi vonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Atas putusan ini, sang aktor kembali menempati Lapas Super Maksimum Security di Nusakambangan, Cilacap sejak 8 Mei 2026 lalu.

Reaksi Aditya Zoni

Mendapati kabar kakaknya sudah dipindahkan ke Nusakambangan dan mendapat julukan narapidana berisiko tinggi membuat Aditya Zoni murka. Menurutnya, julukan itu sangat tidak tepat.

"Jujur marah. Waktu pertama kali dengar itu marah sekali rasanya kayak dunia itu udah jatuh. Udah emosi sana-sini," ujar Aditya, dikutip dari Tribun Seleb.

"Gimana ya, high risk itu status yang tinggi banget loh. Itu status yang dikategorikan sebagai status yang sudah merusak negara, udah merugikan negara," tambahnya.

Baginya, Ammar hanyalah seorang pengguna narkoba yang seharusnya direhabilitasi. Tak hanya itu, status high risk juga mencoreng nama keluarganya.

"Apa sih sebetulnya? Dari mana sih? Dia itu cuma pengguna loh. Dia itu cuma pemakai dan cuma orang yang lagi tersesat aja gitu loh. Yang tersesat, yang harus dibimbing ke jalan yang benar."

"Makanya aku dari dulu selalu vokal terhadap Bang Ammar harus direhebilitasi pengguna, tidak boleh dihukum," ucap Adit.

"Jadi ya sangat takutlah dengar yang namanya high risk itu juga kan mencoreng nama keluarga kita juga Bang. Kayak Abang kita ini teroris besar ataupun bandar internasional," tukasnya.

 

Atas hal itu membuat Aditya Zoni tak terima saat Ammar Zoni dijuluki tahanan high risk. Pihaknya masih mengupayakan cara agar sang kakak bisa kembali ditempatkan di Jakarta. Selain itu, ia juga memiliki keinginan untuk segera bertemu Ammar.

"Mau banget (ketemu), tapi kan kita harus menunggu dulu putusannya gimana, bisa apa tidaknya kan, ya mudah-mudahan."

"Kita lagi berusaha juga gitu loh. Aku juga lagi berusaha, bukannya diam aja di sini. Tetap berusaha untuk paling enggak at least kita bisa tahu kondisi Bang Ammar di sana gimana," ujar Aditya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Tembus Level Psikologis Baru Rp17.600 per USD, Apa Saja Pemicunya?
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Siang Ini Perjuangan Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026 Dimulai, Cek Jadwal Lengkapnya
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Long Weekend Picu Kepadatan di Jalur Bromo via Probolinggo, Antrean Mengular di Cemoro Lawang
• 4 jam laluberitajatim.com
thumb
Malam Syahdu di Masjidil Haram
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari Layar ke Tanaman: Cara RPTRA Carina Sayang Alihkan Anak dari Gadget
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.