Meski demikian, gelandang Persija, Fabio Calonego, menegaskan timnya tidak akan menyerah begitu saja. Ia memastikan Persija tetap bertekad bangkit dan menyapu bersih dua pertandingan terakhir musim ini.
Fabio mengakui kekalahan dari Persib meninggalkan rasa kecewa bagi seluruh pemain Persija. Namun, menurutnya, kesedihan tidak boleh berlangsung terlalu lama karena sebuah tim besar harus mampu bangkit setelah mengalami kegagalan.
Ia menilai rasa sakit usai kekalahan merupakan bukti kepedulian pemain terhadap klub. Karena itu, Persija harus menjadikan hasil buruk tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih kuat.
Baca Juga :
Persija Finis di Posisi Ketiga, Rizky Ridho Ucapkan Permintaan Maaf Kepada Jakmania“Rasa sakit itu memang seharusnya ada. Karena hanya mereka yang benar-benar peduli yang bisa merasakannya. Tetapi klub besar tidak hanya dikenang karena trofi yang mereka angkat, melainkan juga karena bagaimana mereka bangkit setelah jatuh,” ujar Fabio.
Fabio juga menegaskan bahwa perjuangan Persija belum berakhir meski gelar juara sudah lepas. Menurutnya, dua laga tersisa menjadi kesempatan penting untuk menutup musim dengan penuh harga diri. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen tim untuk kembali fokus menatap sisa kompetisi sambil menjaga mentalitas positif hingga akhir musim.
“Tujuan terbesar klub masih sangat dekat. Belajar dari kesalahan, meningkatkan apa yang sudah baik, lalu gelar akan semakin dekat dari sebelumnya. Kami akan tetap berdiri tegak, bekerja dalam diam, dan menghormati seragam Persija hingga akhir,” pungkasnya.
Pada dua laga terakhir musim ini, Persija dijadwalkan menghadapi Persik Kediri pada 16 Mei 2026 dan Semen Padang FC pada 23 Mei 2026. Dua pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Macan Kemayoran untuk menutup musim dengan hasil yang positif.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





