Sempat Dirawat Intensif, Korban Selamat Bus ALS di Muratara Meninggal Dunia di RS Bhayangkara

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, PALEMBANG - Kabar duka kembali datang dari insiden kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Seorang korban selamat yang bernama Jumiatun, 43, dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

BACA JUGA: Pascaoperasi, 2 Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS dalam Kondisi Stabil

Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana saat konferensi pers di Palembang, Jumat, mengatakan korban tersebut berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah meninggal dunia setelah kondisinya memburuk pada dini hari.

“Pada malam dini hari kondisi pasien memburuk dan setelah dilakukan tindakan medis intensif, pasien akhirnya dinyatakan tidak dapat tertolong. Pada pukul 08.48 WIB tadi pagi pasien dinyatakan meninggal dunia dan hari ini jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke rumah duka,” katanya.

BACA JUGA: 1 Korban Kecelakaan Bus ALS Masih di ICU, Berisiko Kehilangan Jari

Dengan meninggalnya Jumiatun, jumlah korban jiwa dalam kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera tersebut bertambah menjadi 19 orang. Sebanyak 17 korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Jumiatun sebelumnya dievakuasi ke Palembang melalui jalur darat dan telah menjalani dua kali operasi, termasuk tindakan pengangkatan jaringan rusak pada 11 Mei 2026.

BACA JUGA: Identifikasi Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Mengandalkan Sampel Tulang

Selain Jumiatun, korban selamat lainnya bernama Mohd. Tahrul Hubaidi lebih dahulu meninggal dunia di RS Rupit. Sementara satu korban lainnya atas nama Ngadiono masih menjalani perawatan di ruang rawat inap RS Bhayangkara Palembang dan kondisinya membaik.

Sebelumnya, Karolabdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan pihaknya telah berhasil mengidentifikasi 14 dari 17 jenazah yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Proses identifikasi dilakukan secara ketat melalui pemeriksaan DNA dan pencocokan data sekunder. Namun, hingga saat ini masih terdapat tiga jenazah yang belum berhasil diidentifikasi.

“Seluruh proses pemeriksaan DNA dilakukan secara rigid dan profesional melalui pemeriksaan awal, pengambilan sampel, ekstraksi, kuantifikasi, amplifikasi, elektroforesis, analisis profil DNA, hingga penerbitan surat hasil pemeriksaan DNA,” katanya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Balita Diculik Teman si Ibu, Korban Sempat Trauma dan Tantrum Saat Akan Diselamatkan, Begini Akhirnya
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Pernah Gagalkan Bali United Hattrick Juara, Kini PSM Ancam Ambisi Persib
• 4 jam lalubola.com
thumb
Jadwal Thailand Open 2026: 2 Wakil Indonesia Bertempur di Perempat Final
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Satgas PKH Setor Rp 10,2 T ke Negara, Sahroni: Ini Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Pengamat Militer CIDE & Dosen HI soal Pertemuan Trump & Xi Jinping, Perang Timur Tengah Mereda?
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.