Polisi Dalami Dugaan Jaringan Pedofilia WN Jepang di Blok M, Warga Diminta Lapor jika Punya Info

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya masih mendalami jaringan pedofilia yang melibatkan warga negara (WN) Jepang di wilayah Blok M, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penanganan kasus tersebut kini dilakukan bersama oleh Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO), serta Direktorat Siber.

"Karena informasi ini ada di dunia digital, makanya siber juga turun, termasuk dari Direktorat PPA dan PPO juga mendalami, termasuk dari Polres Metro Jakarta Selatan mendalami tentang informasi yang diterima adanya prostitusi anak di bawah umur di wilayah Blok M," jelas Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Dipimpin Jenderal Bintang Tiga, Polda Metro Jaya Diminta Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Budi mengimbau masyarakat segera melapor kepada polisi apabila mengetahui, mendengar, atau melihat dugaan aktivitas jaringan pedofilia tersebut.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat 110 atau dengan mendatangi piket Direktorat Siber, Direktorat PPA dan PPO, maupun Polres Metro Jakarta Selatan.

"Tapi tim pasti akan mendalami, sekecil apa pun informasi yang beredar itu selalu didalami oleh Polda Metro Jaya," tuturnya.

Sebelumnya beredar di media sosial dugaan jaringan pedofilia oleh warga negara (WN) Jepang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Hal ini terungkap di media sosial X, dalam unggahan beberapa akun dalam bahasa Jepang.

Dalam unggahan sekitar September hingga November 2025 disebutkan bahwa mereka sengaja mencari anak perempuan di bawah umur, di kisaran usia 16 sampai 17 tahun.

Baca juga: Atasi Krisis Sampah, Tangsel Bangun PSEL Mandiri di Cipeucang dengan Kapasitas 1.200 Ton

Unggahan akun @Shin19840704 menyebutkan, anak yang dijadikan objek prostitusi ditemui di pinggiran Jakarta, dengan bayaran Rp 200.000.

Di unggahan lain oleh akun @Matt_NLA, mengatakan, dia bertemu seorang anak perempuan berusia 17 tahun yang diantar oleh seorang agen ke satu hotel.

Menanggapi unggahan tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, hal itu tengah dalam penyelidikan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Isu yang beredar tentang adanya WNA terkait eksploitasi dengan anak-anak di bawah umur. Ini masih didalami oleh direktorat siber dan direktorat PPA dan PPO,” kata Budi kepada wartawan di kawasan Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Kata Budi, kasus ini menjadi perhatian serius kepolisian saat ini, karena melibatkan anak-anak dan perempuan.
Termasuk faktor-faktor yang menyebabkan anak terjerumus dalam praktik prostitusi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming BRI Super League di Vidio: Semen Padang Vs Persebaya Surabaya
• 13 jam lalubola.com
thumb
103 Sekolah Gratis di Jakarta Dinilai Bisa Akhiri Kasus Ijazah Tertahan
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Rusia-Ukraina Bertukar 205 Tawanan Perang
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pendampingan Kesehatan Jadi Kebutuhan Baru Jamaah Haji Khusus
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
DJP Riau Sita 16 Aset Penunggak Pajak Senilai Rp2,95 Miliar
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.