NEW DELHI, KOMPAS.TV - Jajaran menteri luar negeri (menlu) dari negara-negara anggota BRICS mendesak reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan. BRICS juga menyerukan peningkatan keterwakilan negara berkembang di PBB.
Seruan tersebut termuat dalam pernyataan bersama menlu BRICS usai pertemuan di New Delhi, India, Jumat (15/5/2026). BRICS menilai PBB perlu direformasi untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas lembaga.
"Para Menteri menekankan kembali dukungan mereka untuk reformasi PBB, termasuk Dewan Keamanan, yang komprehensif, dengan tujuan membuatnya lebih demokratis, representatif, efektif, dan efisien," demikian pernyataan bersama menlu BRICS, sebagaimana dikutip TASS.
Jajaran menlu BRICS juga menekankan pentingnya keterwakilan negara-negara berkembang di Dewan Keamanan PBB.
Suara-suara negara berkembang disebut perlu didengarkan untuk mengatasi tantangan-tantangan global secara memadai.
Baca Juga: Menlu Sugiono Ungkap Nilai Penting BRICS bagi Tatanan Global
BRICS berargumen negara-negara berkembang dari Afrika, Asia, dan Amerika Latin perlu "memainkan peran lebih besar dalam urusan internasional, khususnya dalam PBB, termasuk Dewan Keamanan."
Menurut pernyataan bersama menlu BRICS, reformasi Dewan Keamanan PBB ditujukan untuk mengamplifikasi suara "Global South".
"China dan Rusia, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, menyatakan dukungannya atas aspirasi Brasil dan India untuk memainkan peran lebih besar di PBB, termasuk Dewan Keamanan," demikian pernyataan bersama menlu BRICS.
Pertemuan tingkat menlu BRICS di New Delhi digelar dalam rangka KTT ke-18 BRICS yang akan digelar di India pada 12-13 September 2026.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : TASS
- brics
- reformasi pbb
- pertemuan tingkat menlu brics
- pbb
- dewan keamanan pbb
- Sugiono





