Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina, Hansi Flick Akui Tak Suka

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan peringatan kepada Lamine Yamal setelah pemain muda tersebut mengibarkan bendera Palestina saat parade juara LaLiga dan Piala Super Spanyol di Barcelona, Senin 11 Mei 2026 waktu setempat.

Aksi Yamal menjadi sorotan publik setelah pemain berusia 18 tahun itu terlihat membawa tongkat dengan bendera Palestina berkibar di atas bus parade Barcelona yang berkeliling kota merayakan gelar juara musim ini.

Baca Juga :
Lamine Yamal Disemprot Israel usai Kibarkan Bendera Palestina, PM Spanyol Pasang Badan
Disemprot Menhan Israel, Ini Reaksi Barcelona soal Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina

Lamine Yamal kibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga 2025/2026 di Barcelona, Senin 11 Mei 2026.
Photo :
  • Instagram

Menanggapi hal tersebut, Flick mengaku kurang menyukai keterlibatan isu politik dalam sepak bola. Meski demikian, pelatih asal Jerman itu tetap menghormati keputusan pribadi Yamal.

“Ini adalah hal-hal yang biasanya tidak saya sukai. Saya sudah membicarakannya dengannya dan saya sudah bilang kepadanya bahwa jika dia ingin melakukannya, itu keputusan dia sendiri, dia sudah berusia 18 tahun,” kata Flick seperti dikutip dari Marca.

Flick juga menegaskan bahwa fokus utama tim seharusnya tetap berada di lapangan sepak bola. Menurutnya, para pemain perlu memahami ekspektasi publik terhadap klub sebesar Barcelona.

“Kami berkomitmen untuk bermain sepak bola dan kami harus mempertimbangkan apa yang diharapkan orang-orang dari kami,” lanjutnya.

Aksi Yamal mengibarkan bendera Palestina langsung memunculkan perdebatan luas di media sosial dan publik sepak bola Eropa. Isu Palestina memang menjadi topik sensitif di dunia olahraga, khususnya di kompetisi sepak bola Eropa.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pemain maupun staf klub sepak bola di Eropa sempat menghadapi konsekuensi setelah menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

Salah satu kasus yang paling ramai terjadi pada 2023 ketika mantan pemain Mainz 05, Anwar El Ghazi, diputus kontraknya setelah menyampaikan dukungan kepada Palestina melalui media sosial. Kasus tersebut kemudian berlanjut ke Pengadilan Arbitrase dan El Ghazi memenangkan gugatan terhadap klub Bundesliga tersebut.

Kasus serupa juga terjadi di Inggris. Arsenal sempat memecat kit man mereka, Mark Bonnick, yang telah bekerja selama lebih dari dua dekade setelah menyuarakan dukungan terhadap Palestina melalui akun media sosial pribadinya.

Sementara itu, Lamine Yamal hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait aksinya saat parade juara Barcelona. Namun, momen tersebut terus menjadi perbincangan luas di Spanyol maupun dunia sepak bola internasional.

Baca Juga :
UNICEF: Satu Anak Palestina di Tepi Barat Meninggal Setiap Pekan Sejak Januari 2025
Bukan Masalah Skill, Pemain Barcelona Ini Tak Masuk Timnas Swedia di Piala Dunia 2026 karena Kurang Sopan
Menhan Pakistan Sebut Netanyahu "Monster" dan Aib Bagi Kemanusiaan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Komisi II DPR Sebut Pemindahan ke IKN Tunggu Keppres Presiden
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPU Dilaporkan ke DKPP Atas Dugaan Pemborosan Sewa Helikopter Rp198 Juta untuk Hadiri Pelantikan KPPS di Cianjur
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Gerindra Tegur Keras Anggota DPRD Jember Merokok saat Rapat, Dipecat jika Mengulangi
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Sidoarjo Tuan Rumah Jatim Open Woodball 2026, 400 Atlet Ramaikan Piala Gubernur Jatim
• 9 jam lalurealita.co
thumb
SD Viral di Tanggamus Ini Mulai Dibangun Permanen
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.