Trump Mulai Kehabisan Sabar, Iran Balas Menohok: Tak Percaya AS dan Siap Perang Lagi

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Hubungan Iran dan Amerika Serikat memanas setelah negosiasi perdamaian pascagencatan senjata mengalami kebuntuan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan Teheran belum percaya terhadap niat Washington untuk menyelesaikan konflik secara serius.

Pernyataan itu disampaikan Araqchi saat menghadiri pertemuan menteri luar negeri BRICS di India, Jumat waktu setempat. Ia menegaskan Iran hanya bersedia melanjutkan pembicaraan apabila Amerika Serikat menunjukkan komitmen nyata untuk mencapai solusi damai.

Baca Juga :
Trump Klaim China Sepakat dengan AS, Tak Ingin Iran Punya Nuklir
Eks Capres AS Akui Washington Kalah dari Iran Meski Punya Militer Terkuat di Dunia

“Kami tidak percaya kepada Amerika Serikat,” ujar Araqchi dalam pernyataan yang dikutip Reuters.

Ucapan tersebut muncul ketika pembicaraan antara Washington dan Teheran kembali menemui jalan buntu. Proses negosiasi yang dimediasi Pakistan disebut masih berada dalam situasi sulit setelah kedua negara saling menolak proposal terbaru pekan lalu.

Di sisi lain, Iran juga memberi sinyal keras terkait situasi di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang selama ini menjadi nadi perdagangan energi dunia. Araqchi menegaskan kapal-kapal internasional masih dapat melintas, kecuali pihak yang sedang berkonflik dengan Iran.

“Semua kapal bisa melintas kecuali mereka yang sedang berperang dengan kami,” 

Pernyataan itu mempertegas posisi Iran yang sebelumnya sempat membatasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz setelah perang pecah dengan Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu. Padahal, kawasan tersebut diketahui menangani sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia lewat jalur laut.

Situasi makin panas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku mulai kehilangan kesabaran terhadap Iran. Trump bahkan mengatakan dirinya telah berbicara dengan Presiden China Xi Jinping mengenai pentingnya pembukaan kembali jalur Selat Hormuz.

Ilustrasi Selat Hormuz
Photo :
  • VIVA/Davro

Meski demikian, Iran tetap membuka peluang diplomasi. Araqchi mengatakan negaranya siap menyambut bantuan dari pihak mana pun, termasuk China, selama bertujuan mendorong penyelesaian damai.

“Kami memiliki hubungan strategis yang sangat baik dengan China. Apa pun yang bisa mereka lakukan untuk membantu diplomasi akan kami sambut,” ujarnya.

Namun di balik pintu diplomasi yang masih terbuka, Iran juga memberi sinyal bahwa opsi militer belum sepenuhnya ditinggalkan. Araqchi menegaskan Teheran saat ini berusaha mempertahankan gencatan senjata demi memberi ruang negosiasi, tetapi negaranya siap kembali bertempur jika situasi memaksa.

Baca Juga :
Harga Bensin Terlanjur Naik Imbas Perang, Analis Sebut Turunnya Bisa Bertahun-tahun
Hacker Iran Retas Data Orang Kepercayaan Netanyahu, Isi Dokumennya Bikin Geger
Trump Sepakat dengan Xi Jinping soal AS yang Sedang Alami Kemunduran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sudin LH Jakut Klaim Angkut Sampah dari TPS Ilegal Penjaringan Tiap Hari
• 14 jam lalukompas.com
thumb
3 Investasi yang Dinilai Menguntungkan saat Rupiah Turun
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Vonis Berat Nadiem, Netizen Curiga Jaksa Balas Dendam
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Platform Ambil Iklannya, AI Rampas Pembacanya
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Aset Berharga Timnas Indonesia di Brasil! Selain Welber Jardim, Ada 2 Diaspora Eligible Bela Garuda yang Berkarier di Negeri Samba
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.