tvOnenews.com - Suku Togutil yang bermukim di Desa Koil, Tidore Kepulauan sempat tak percaya jika Gubernur Malut Sherly Tjoanda ingin buatkan pemukiman bagi mereka.
Di depan Sherly Tjoanda, suku Togutil mengatakan jika janji serupa pernah ditawarkan kepada mereka, namun sampai sekarang tak ada realisasinya.
Pada awal bulan Mei 2026 lalu, Gubernur Malut Sherly Tjoanda beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja ke Desa Koil, Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Dalam kesempatan itu, istri dari mendiang Benny Laos itu bertemu dengan suku Togutil atau O'Hongana Manyawa yang ditemani oleh Wakapolda Malut dan jajaran Forkopimda.
Sejumlah agenda dilaksanakan Sherly Tjoanda, di antaranya berbagi kebutuhan pokok, pendataan kependudukan, upgrade skill, bantuan kesehatan hingga bangun pemukiman layak.
Kendati demikian, poin terakhir yang diungkapkan gubernur Malut agak diragukan oleh suku Togutil. Mereka khawatir kalau itu hanya sekadar janji saja.
Janji Pemprov Malut Bangun Pemukiman untuk Suku Togutil- YouTube/GubSherly
Bersama Kemensos RI, Gubernur Malut Sherly Tjoanda menjanjikan lahan seluas 5 hektar yang nantinya diperuntukkan sebagai hunian layak bagi suku Togutil.
Di sana, Sherly Tjoanda juga menemui para ibu dari anak-anak suku Togutil. Sang kepala daerah berusia 43 tahun itu pun prihatin lantaran kondisinya yang kurang gizi.
“Kita mau bikin, kasih lahan buat mereka 5 hektar, mau bikin perumahan, nanti modelnya mereka setuju dulu, supaya mereka bisa tinggal menetap, bahan makanan dikasih juga bulanan, terus mereka dikasih lahan untuk diajarin berkebun, beternak, melihara ayam, gitu,“ janji Gubernur Malut, Sherly Tjoanda.
Meski begitu, ucapan dari Sherly Tjoanda tadi langsung ditanggapi oleh suku Togutil. Melalui penerjemah bahasa Tobelo, mereka tak percaya akan janji tersebut.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut- Youtube Gub Sherly
Seorang penerjemah bahasa Tobelo lalu menjelaskan kenapa alasan suku Togutil tak begitu yakin jika Pemprov Malut mau membangun pemukiman bagi mereka.
Pasalnya, beberapa waktu lalu ada pihak yang juga mendatangi suku Togutil dengan janji serupa. Namun kata mereka, tak ada realisasinya sampai detik ini.
“Mereka takut ibu tak bisa bikin rumah seperti sedia kala, tipu-tipu katanya,” kata sang penerjemah.




