Grid.ID - Kronologi bocah SD tewas tertimpa patung di musem Ranggawarsita Semarang jadi sorotan. Pasalnya hal itu sampai membuat korban mengalami pendarahan di hati.
Korban sendiri diketahui bernama Arvino Faezya Adiwongso, siswa asal Bergas Lor, Kabupaten Semarang. Arvino juga tercatat masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar (SD).
Kronologi Bocah SD Tewas Tertimpa Patung di Museum Ranggawarsita
Usut punya usut, kejadian nahas itu terjadi di area halaman belakang Museum Ranggawarsita, Kota Semarang. Yang peristiwanya terjadi Senin (11/5/2026).
Melansir dari TribunBanyumas.com, Kanit Reskrim AKP Suprapto mengatakan, peristiwa itu terjadi di Pintu Utara Museum Ranggawarsita, Jalan Abdulrahman Saleh No 1, Kelurahan Kalibanteng Kidul, Kecamatan Semarang Barat.
Saat kejadian, korban diketahui sedang melakukan outing class bersama rombongan dari PAUD Jumara.
“Sekitar pukul 08.00 WIB rombongan PAUD Jumara datang ke Museum Ranggawarsita.
Setelah itu mereka mengikuti kegiatan keliling Kota Semarang menggunakan bus tingkat milik Dishub Provinsi Jawa Tengah,” kata Suprapto.
Baru setelahnya, sekitar sekitar pukul 10.00 WIB korban bersama neneknya menuju area pintu utara museum untuk berfoto di dekat sebuah patung hias taman bergambar sosok pria berjenggot memikul beban.
Dan kuat dugaan, sang nenek sempat teralihkan dan tak melihat sang cucu memanjat patung. Yang akhirnya patung itu menimpa tubuh korban.
“Korban sempat merangkak keluar dari reruntuhan patung. Saat itu korban mengalami luka lecet di bagian muka dan mengeluh sesak napas,” ujar Suprapto.
Sementara itu, terkait kasus kronologi bocah SD tewas tertimpa patung, Ketua Museum Ranggawarsita, Agung Raharjo, akhirnya angkat bicara. Dan membeberkan bahwa sebelum korban tertimpa, ia sempat bergelantungan di patung hias.
“Informasinya anak tersebut bermain di sekitar patung, kemudian memanjat dan bergelantungan di patung itu. Setelah itu patung terjatuh dan menimpa anak,” ungkap Agung Raharjo dikutip dari TribunJateng.com.
Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia Semarang untuk mendapatkan penanganan medis. Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya pendarahan di bagian hati sehingga korban harus menjalani operasi, pada malam harinya.
Pada Selasa pagi sekitar pukul 07.50, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Agung juga mengemukakan sebelumnya, kondisi patung terlihat normal dan sudah berdiri bertahun-tahun di lokasi tersebut.
“Patung itu sudah lama berada di sana dan selama ini tidak pernah terjadi apa-apa, saat jatuh pun patungnya tidak pecah. Kemungkinan karena digelantungi jadi tidak seimbang, tapi untuk detail pastinya kami juga tidak melihat langsung," tandas Agung. (*)
Artikel Asli




