Telur, Menyehatkan atau Berisiko?

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Telur merupakan sumber protein dan beberapa nutrisi lain yang penting untuk mendukung kesehatan, mudah didapat, dan terjangkau harganya. Studi terbaru menunjukkan, konsumsi telur secara teratur bermanfaat bagi kesehatan otak karena berkaitan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit alzheimer pada orang lanjut usia.

Para peneliti di Loma Linda University Health melaporkan bahwa konsumsi telur menurunkan risiko terkena penyakit alzheimer pada orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Temuan mereka menunjukkan, konsumsi telur secara teratur dapat berperan mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang.

Orang yang mengonsumsi satu telur per hari selama lima hari atau lebih setiap minggu berisiko 27 persen lebih rendah didiagnosis menderita alzheimer. ”Dibandingkan tak makan telur, konsumsi lima butir telur per minggu menekan risiko alzheimer,” kata Joan Sabaté, profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Loma Linda yang juga peneliti utama studi itu, dikutip Sciencedaily pada 7 Mei 2026.

Baca JugaTelur Jangan Sembarang Digoreng

Bahkan, konsumsi telur lebih sedikit pun bermanfaat bagi kesehatan otak. Konsumsi telur 1-3 kali per bulan dikaitkan dengan penurunan risiko sebesar 17 persen, sedangkan mereka yang mengonsumsi telur 2- 4 kali per minggu mengalami penurunan risiko sekitar 20 persen.

Riset berjudul ”Konsumsi Telur dan Kejadian Penyakit Alzheimer dalam Kohort Studi Kesehatan Adventis-2 Dikaitkan dengan Data Medicare” ini diterbitkan di Journal of Nutrition edisi Juni 2026. Studi ini bertujuan memahami bagaimana diet, faktor yang bisa diubah seseorang, memengaruhi risiko terkena alzheimer.

Menurut Sabaté di laman Loma Linda University Health, telur dikenal sebagai sumber nutrisi penting yang mendukung kesehatan otak. Telur merupakan sumber kolin yang dipakai tubuh untuk memproduksi senyawa seperti asetilkolin dan fosfatidilkolin yang penting untuk memori dan komunikasi antarsel otak.

Selain itu, telur mengandung lutein dan zeaxanthin, yakni karotenoid yang menumpuk di jaringan otak dan dikaitkan dengan peningkatan kinerja kognitif serta penurunan stres oksidatif. Telur juga mengandung asam lemak omega-3 dan kuning telurnya kaya fosfolipid, yang hampir 30 persen dari total lipid telur dan penting untuk menjalankan fungsi reseptor neurotransmiter.

Telur mengandung lutein dan ”zeaxanthin”, yakni karotenoid yang menumpuk di jaringan otak dan dikaitkan dengan peningkatan kinerja kognitif serta penurunan stres oksidatif.

Untuk menilai konsumsi telur, para peneliti mempertimbangkan sumber langsung dan tidak langsung. Ini termasuk telur yang dimakan begitu saja dalam berbagai bentuk, seperti orak-arik, goreng, atau rebus, serta telur yang terdapat dalam makanan seperti kue dan produk kemasan.

Studi ini melibatkan sekitar 40.000 peserta dalam kohort Adventist Health Study 2. Kasus alzheimer diidentifikasi melalui diagnosis dokter yang tercatat dalam data Medicare. Kelayakan ditentukan menggunakan Medicare Master Beneficiary Summary Files dan peserta diikuti selama rata-rata 15,3 tahun.

Tim peneliti menekankan, telur harus jadi bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan, bukan dipandang secara terpisah. ”Riset mendukung telur sebagai bagian diet sehat,” kata Jisoo Oh, profesor madya epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Loma Linda yang juga penulis studi itu.

Baca JugaSusianty, Merintis Jalan Mandiri lewat Telur Asin
Pilihan berkelanjutan

Sebelumnya, hasil studi yang dimuat di laman National Center for Biotechnology Information, 7 Juni 2023, membuktikan, telur tak menimbulkan risiko jika dikonsumsi secara teratur sebagai bagian dari diet seimbang. Bagi masyarakat umum, telur jadi pilihan berkelanjutan untuk sumber protein hewani berkualitas tinggi.

Bagi kelompok dengan kebutuhan nutrisi tinggi, seperti warga lanjut usia, bayi, anak-anak, ibu hamil, dan atlet, telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Telur menyediakan mikronutrien atau gizi mikro penting, seperti vitamin D, yodium, folat, dan kolin, yang kerap berada di bawah tingkat yang direkomendasikan dalam diet sehari-hari.

Selain itu, mengingat dampaknya pada rasa kenyang dan perlindungan otot, konsumsi telur secara teratur dapat membantu mendukung pengelolaan berat badan yang optimal. Hal ini menjadi pertimbangan penting mengingat beban obesitas dan penyakit tidak menular terkait di negara-negara Barat.

Dengan demikian, telur tak sekadar menjadi menu sarapan, tetapi juga menawarkan banyak manfaat kesehatan. Baik Anda menikmatinya sebagai camilan maupun cara memulai hari, ada banyak alasan untuk menyukai telur. Dalam artikel di laman WebMD, 27 Oktober 2025, disebutkan, telur menyediakan banyak vitamin, antioksidan, dan protein.

Jika ingin meningkatkan kesehatan mata, tetapi tak menyukai wortel, pertimbangkan konsumsi telur karena kaya lutein dan ”zeaxanthin”.

Baca JugaTelur dan Susu untuk Tengkes, Bukan Biskuit

Jika ingin meningkatkan kesehatan mata, tetapi tak menyukai wortel, pertimbangkan konsumsi telur karena kaya lutein dan zeaxanthin, antioksidan yang membantu mencegah gangguan penglihatan terkait usia. Makan telur secara teratur menekan risiko terkena katarak atau degenerasi makula.

Telur juga jadi sumber asam lemak omega-3 dan folat yang amat baik. Keduanya membantu meningkatkan perkembangan janin. Folat atau asam folat berkaitan dengan perkembangan tabung saraf. Asam lemak omega-3 membantu mencegah persalinan prematur serta menurunkan risiko preeklamsia dan depresi.

Konsumsi telur juga baik untuk diet. Salah satu alasan telur jadi camilan populer adalah kandungan proteinnya tinggi sehingga kita merasa kenyang lebih lama. Dengan kalori sedikit dan hampir tanpa karbohidrat, telur bisa menjadi pilihan mudah untuk sarapan atau camilan sore yang mengenyangkan.

Baca JugaProtein Hewani dan Perbaikan Gizi

Selain itu, telur merupakan sumber vitamin A, kalsium, zat besi, folat, vitamin B, fosfor, dan selenium. Nutrisi penting lain dalam sebutir telur besar, antara lain, meliputi lemak tak jenuh ganda, lemak tak jenuh tunggal, natrium, protein, vitamin D, riboflavin, vitamin B12, seng, dan kolin.

Kolesterol tinggi

Meski telur merupakan sumber protein bagus dan rendah karbohidrat, kandungan kolesterol dan natriumnya tinggi. Karena itu, asupan telur tergantung pada kondisi kesehatan kita. Kuning telur dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) dalam darah. Ada korelasi antara konsumsi telur dan penyakit jantung.

Namun, menurut artikel di laman Mayoclinic, kolesterol dalam telur tidak meningkatkan kadar kolesterol seperti beberapa makanan tinggi lemak trans dan lemak jenuh. Makanan yang dikonsumsi bersama telur, seperti bacon dan sosis, dan cara memasaknya meningkatkan risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada telur.

Dalam artikel di laman National Center for Biotechnology Information disebutkan, dalam mayoritas riset mengenai hal ini, risiko stroke tak terkait signifikan dengan konsumsi telur. Menurut Madeleine Myers, penulis utama studi, hasil riset kualitatif tak menemukan kaitan kejadian atau kematian akibat penyakit jantung koroner dengan asupan telur.

Kebanyakan orang sehat bisa mengonsumsi hingga tujuh butir telur per minggu tanpa meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa riset menunjukkan, tingkat konsumsi telur ini justru membantu mencegah beberapa jenis stroke dan kondisi mata serius yang disebut degenerasi makula yang bisa menyebabkan kebutaan.

Namun, sejumlah penelitian lain menunjukkan konsumsi telur terlalu banyak atau berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca JugaProtein Hewani Penting, Pastikan Porsinya juga Cukup
Konsumsi berlebihan berisiko

Namun, sejumlah penelitian lain menunjukkan, konsumsi telur terlalu banyak atau berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Bahkan, ada studi lain yang menyebut konsumsi telur meningkatkan risiko diabetes. Karena itu, riset lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kaitan antara telur, diabetes, dan penyakit jantung.

Risiko lain adalah alergi telur yang kebanyakan terjadi pada anak-anak dan cenderung hilang sebelum dewasa. Bukti yang berkembang menyatakan, pengenalan dini makanan yang berpotensi menyebabkan alergi, termasuk telur, dapat mengurangi risiko alergi pada bayi dan anak-anak.

Para ahli kesehatan kini menyarankan konsumsi kolesterol dari makanan sesedikit mungkin, dengan target asupan di bawah 300 miligram (mg) per hari. Satu butir telur besar mengandung 186 miligram kolesterol dalam kuning telur. Jika diet mengandung sedikit kolesterol lain, konsumsi satu butir telur per hari menjadi pilihan aman.

Jika Anda menyukai telur, tetapi tidak menginginkan kolesterol, gunakan hanya putih telurnya. Putih telur tidak mengandung kolesterol, tetapi tetap mengandung protein. Anda juga dapat menggunakan pengganti telur bebas kolesterol yang terbuat dari putih telur.

Baca JugaTelur Rebus untuk Anak Tengkes di Gang Buntu

Studi menunjukkan, konsumsi telur berjumlah sedang tak berdampak negatif pada kesehatan. Penting memperhatikan ukuran porsi karena konsumsi terlalu banyak telur bisa menimbulkan risiko kesehatan. Seimbangkan diet dengan asupan rendah kolesterol dan natrium serta pantau asupan kalori agar tak terlalu fokus pada satu jenis makanan.

Meski demikian, konsumsi satu butir telur sehari tidak memengaruhi risiko penyakit jantung jika Anda sehat. Jika kadar kolesterol baik dan Anda tak terkena penyakit kardiovaskular, American Heart Association menyarankan konsumsi satu butir telur atau dua putih telur sehari.

Jika menderita penyakit kardiovaskular atau kolesterol tinggi, Anda sebaiknya membatasi asupan telur per minggu sebanyak 3-4 butir. Jika menderita diabetes, Anda juga harus memperhatikan jumlah kolesterol dalam makanan. Sebab, pengidap diabetes rentan memiliki kadar kolesterol lebih tinggi.

Untuk menikmati telur dan mendapat banyak manfaat kesehatan tanpa kolesterol tinggi, coba konsumsi putih telur, mencampur putih telur dengan satu butir telur, atau hati-hati dengan makanan yang dikonsumsi bersama telur dan cara pengolahannya. Ingatlah, kuning telur mengandung banyak vitamin.

Jika ingin mendapatkan nutrisi dari telur, perhatikan kolesterol dan lemak, kurangi kalori, dan pertimbangkan untuk hanya mengonsumsi putih telurnya. Kuning telur mengandung lemak dan kolesterol yang sama dengan telur. Anda juga bisa membuat makanan panggang memakai putih telur.

Jika ingin mendapatkan nutrisi dari telur, perhatikan kolesterol dan lemak, kurangi kalori, dan pertimbangkan untuk hanya mengonsumsi putih telurnya.

Salah satu cara termudah untuk menyiapkan telur adalah dengan membuatnya menjadi orak-arik. Untuk itu, pecahkan sebutir telur ke dalam mangkuk, tambahkan sedikit susu. Campurkan kuning telur, putih telur, serta susu menggunakan garpu atau pengocok. Masak campuran telur di wajan hingga membentuk gumpalan padat.

Setelah terbiasa memasak telur, Anda dapat bereksperimen dengan berbagai cara menyiapkannya, termasuk direbus, rebus matang, rebus setengah matang, dan dibuat telur mata sapi. Bisa juga menambahkan bumbu dengan membuat omelet atau telur isi mayones.

Proses memasak berbeda, seperti goreng versus rebus atau kukus, bisa memengaruhi jumlah glikotoksin dalam telur serta cara tubuh mencerna protein dan nutrisi lain dalam telur. Memasak dengan api kecil memakai minyak nabati yang sehat jadi cara terbaik menjaga nutrisi dalam telur saat dimasak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tren Kuliah di AS Turun, Kuliah di Kampus Malaysia Kini Makin Dilirik
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Viral Video Sel Mewah Lapas Cilegon, Anggota DPR Dorong Investigasi
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Long Weekend, Penumpang KAI Tembus 393 Ribu
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BTS, Madonna, dan Shakira Akan Jadi Penampil di Final Piala Dunia FIFA 2026
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
BNPP Soroti Pencurian Ikan oleh Kapal Asing hingga Akses Masyarakat di Perbatasan
• 12 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.