Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati Picu Kekhawatiran Baru, Ada Apa?

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANGALORE -- Bahan bakar campuran nabati menjadi pilihan negara-negara Asia dalam menghadapi krisis energi global. Pada Maret lalu, pemerintah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia akan mempercepat implementasi program biodiesel B50. Negara lain juga melakukan langkah serupa dengan penerapan campuran etanol.

Pengamat energi dari Energy Shift Institute Putra Adhiguna mengatakan inisiatif ini merupakan bagian dari program “kedaulatan energi” sebagai respons atas gejolak pasokan energi akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. Putra mengatakan ,selain merespons krisis energi global, langkah tersebut juga membantu mengembangkan pasar minyak sawit lokal yang selama ini dijual ke luar negeri. Namun, ia memperingatkan pembukaan lahan sawit harus diawasi ketat agar tidak memicu deforestasi berlebihan.

Baca Juga
  • Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
  • MUI Haramkan Sembelih Dam di Indonesia Sementara Muhammadiyah Membolehkan, Apa Sikap Kemenhaj?
  • Perbaiki Kendala Teknis, Kapal-Kapal Global Sumud Flotilla Bakal Lanjutkan Perjalan ke Gaza

Pada April lalu, Malaysia menyetujui proposal untuk menaikkan campuran bahan bakar secara bertahap dari 15 persen biodiesel dan 85 persen bahan bakar fosil menjadi 20 persen biodiesel dan 80 persen bahan bakar fosil. Pengamat energi Malaysia Ahmad Rafdi Endut mengatakan lonjakan harga energi global “menghidupkan kembali” gagasan tersebut.

Namun, ia memperingatkan peningkatan konsentrasi biodiesel dalam campuran bahan bakar harus diuji lebih detail. Hal itu juga memicu kekhawatiran konsumen mengenai efisiensi bahan bakar.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kekhawatiran bahan bakar campuran etanol merusak efisiensi mesin mobil juga telah disampaikan konsumen di India. Eksekutif periklanan di Chennai, India, Sushmita Sankar mengatakan perang di Timur Tengah memaksanya mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli bensin.

Sankar mengatakan bahan bakar campuran etanol yang saat ini tersedia di stasiun pengisian bahan bakar India memperburuk efisiensi bahan bakar mobilnya.

“Biaya bahan bakar naik dan dengan hanya tersedia bensin campuran etanol, saya merasa jarak tempuh mobil saya menurun dalam setahun terakhir,” katanya seperti dikutip dari AP, Jumat (15/5/2026).

Sankar mengatakan selain disibukkan dengan pekerjaan dan urusan rumah, kini ia juga harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengisi bensin atau membeli LPG. Di India, perang Timur Tengah tidak hanya menaikkan harga bensin, tetapi juga LPG.

“Dulu saya bisa mendapatkan satu tabung LPG seharga 1.000 rupee atau sekitar Rp 186 ribu, sekarang saya membayar 3.000 rupee atau sekitar Rp 558 ribu di pasar gelap,” kata sopir taksi Ravi Ranjan.

Menghadapi kelangkaan gas dan kenaikan harga minyak mentah, pemerintah India mulai mengusulkan kebijakan agar kendaraan dapat beroperasi dengan campuran etanol hingga 100 persen.

Di tengah situasi ini, India juga telah menaikkan harga bensin dan solar yang memicu antrean panjang di beberapa daerah, serta melarang ekspor gula untuk memastikan ketersediaan bahan baku etanol di dalam negeri. Pemerintah India mengeklaim langkah ini akan mengurangi polusi, meski para ahli lingkungan memperingatkan adanya risiko persaingan antara kebutuhan energi dengan pasokan pangan dan air yang semakin menipis.

Meskipun bahan bakar campuran etanol sering dianggap sebagai pengganti bensin, para ahli memperingatkan hal tersebut lebih rumit. Shyamasis Das dari Centre for Social and Economic Progress yang berbasis di New Delhi mengatakan belum diketahui bagaimana campuran etanol yang lebih tinggi akan memengaruhi mesin.

Selain itu, industri manufaktur juga membutuhkan waktu untuk mengembangkan mesin yang dapat berfungsi dengan baik menggunakan konsentrasi etanol lebih tinggi. Para pengemudi mungkin merasakan perbedaan pada mesin karena etanol kurang padat energi dibandingkan bensin, yang berarti kendaraan cenderung mengonsumsi lebih banyak bahan bakar untuk menempuh jarak yang sama.

Pengamat energi India dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) Charith Konda mengatakan setiap langkah mengurangi impor minyak merupakan langkah yang baik. Namun, ia memperingatkan bila dilakukan tergesa-gesa, kebijakan tersebut hanya akan menghasilkan ketidakpastian regulasi dan kebingungan di kalangan produsen mobil.

Selain itu, masih ada kekhawatiran tanaman yang dibutuhkan untuk memproduksi etanol harus bersaing dengan pasokan pangan sehingga meningkatkan harga dan tekanan terhadap ketersediaan air. Di India, sekitar 70 persen etanol berasal dari tanaman seperti tebu, jagung, dan beras. Memproduksi satu liter etanol juga membutuhkan antara 3.000 liter hingga 10.000 liter air.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapan Libur Lagi Setelah Kenaikan Yesus? Cek Tanggal Merah di Mei 2026
• 21 jam laludetik.com
thumb
Taiwan Luncurkan Kapal Patroli Anping-class CG615 di Kaohsiung
• 12 jam laludetik.com
thumb
Terungkap, Penyebab Utama Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara, Roy sebut Dampak Perbuatan Nadiem
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Bermodal Bahasa, Awalnya Atlet Lalu Jadi Mata-mata
• 20 jam laludetik.com
thumb
Saat Kejujuran Tidak Lagi Menjadi Prioritas dalam Kekuasaan
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.