Karyawan Meta Protes Pelacakan Mouse di PC Kerja: AI Bisa Gantikan Pekerja

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Karyawan Meta di Amerika Serikat memprotes langkah perusahaan yang memasang software pelacak mouse di komputer kerja mereka, karena itu dinilai sebagai langkah awal membangun desain bot pengganti kerja karyawan.

Protes tersebut dituangkan dalam selebaran atau pamflet, yang disebar di ruang rapat, di mesin penjual otomatis, dan di atas dispenser, sampai di atas tisu toilet, mendorong para staf untuk menandatangani petisi daring.

"Tidak mau bekerja di Pabrik Ekstraksi Data Karyawan? (Employee Data ​Extraction Factory)," begitu teks yang ada di pamflet, berdasarkan foto-foto yang dilihat oleh Reuters.

Penyebaran pamflet ini dilakukan sekitar seminggu sebelum Meta berencana melakukan PHK terhadap 10% karyawannya, pada 20 Mei 2026.

Reaksi karyawan jelas tidak nyaman dengan langkah pelacakan data karyawan. "Ini membuat saya sangat tidak nyaman," tulis seorang manajer teknik dalam komentar papan pesan internal, seperti dilaporkan The New York Times.

Yang lain mengungkapkan kekhawatiran bahwa program ini membantu perusahaan melatih pengganti karyawan di masa depan. "Bagaimana cara kami keluar?", tanya seorang karyawan. CTO Meta, Andrew Bosworth, mengkonfirmasi kepada Engadget bahwa mereka memang tidak dapat keluar.

Ini adalah tanda paling nyata dari gerakan karyawan yang muncul di perusahaan tersebut, karena beberapa staf mulai menyalurkan kemarahan mereka atas rencana perusahaan membentuk kembali tenaga kerjanya memanfaatkan teknologi AI.

Selama berbulan-bulan, karyawan Meta telah meluapkan kekesalan mereka di platform internal dan forum online terkait rencana perusahaan untuk melakukan PHK besar-besaran tahun ini. Karyawan juga kesal dengan perangkat lunak pelacakan mouse yang dinilai sebagai langkah yang membantu mendesain bot pengganti kerja karyawan.

Juru bicara Meta, Andy Stone, ketika dimintai komentar mengenai masalah ini, mengarahkan Reuters ke pernyataan sebelumnya yang telah dikeluarkan perusahaan tentang teknologi pelacakan mouse.

"Jika kami membangun agen untuk membantu orang menyelesaikan tugas sehari-hari menggunakan komputer, model kami membutuhkan contoh nyata tentang bagaimana orang benar-benar menggunakannya —hal-hal seperti gerakan mouse, mengklik tombol, dan menavigasi menu tarik-turun," demikian pernyataan tersebut.

Baik pamflet maupun petisi tersebut mengutip Undang-Undang Hubungan Perburuhan Nasional AS, dengan menyatakan bahwa "para pekerja dilindungi secara hukum ketika mereka memilih untuk berorganisasi demi perbaikan kondisi kerja."


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gregoria Mariska Tunjung Resmi Mundur dari Pelatnas
• 18 jam lalueranasional.com
thumb
Ratusan Aktivis GSF Bertolak dari Turki Berlayar Menuju Gaza
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tim Hukum Troya Sebut Peluang Kasus Roy Suryo Cs P21 Kecil
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Penyebab 50.000 Buruh Samsung Electronics Rencanakan Mogok Kerja 18 Hari
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Legislator DKI minta edukasi dan mitigasi hantavirus diperkuat
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.