JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan seluruh rakyat Indonesia merupakan pemegang saham atas seluruh kekayaan bangsa sehingga berhak menikmati hasil kekayaan nasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Prabowo, konsep tersebut sejalan dengan semangat negara kekeluargaan yang diatur dalam Pancasila dan UUD 1945.
“Kepada para pengusaha saya mengajak, ayo bersama-sama menjadi Indonesia incorporated, Indonesia incorporated sebenarnya artinya adalah negara kekeluargaan," kata Prabowo dikutip dari tayangan YouTube Setpres, Sabtu.
Baca juga: Resmikan Museum Marsinah, Prabowo: Peristiwa Langka, Mungkin Baru Sekarang Ada Museum Buruh
"Jadi semua bangsa ini, satu korporasi. Semua bangsa ini. Artinya seluruh rakyat Indonesia adalah pemegang saham dalam seluruh kekayaan bangsa Indonesia, semua rakyat Indonesia berhak atas kekayaan tersebut," tegasnya.
Ia mengatakan seluruh pemimpin di setiap tingkatan memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan hak rakyat atas kekayaan bangsa.
Prabowo juga mengingatkan agar pejabat negara tidak justru berkolusi dan menghilangkan hak masyarakat terhadap kekayaan nasional.
“Bukan sebaliknya, bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia saudara-saudara sekalian," pesan Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membantah anggapan dirinya menolak mekanisme pasar bebas.
Baca juga: Prabowo: Seharusnya Peristiwa Marsinah Dibunuh Tidak Perlu Terjadi
Namun, ia menilai pasar bebas dapat disalahgunakan apabila negara tidak hadir melindungi masyarakat kecil.
“Saya tidak anti mekanisme pasar bebas, hanya saya mengerti bahwa pasar bebas bisa diselewengkan," kata dia.
Menurut dia, masyarakat miskin tidak mungkin bersaing secara setara dengan pemodal besar tanpa campur tangan negara.
“Orang miskin disuruh bersaing sama mereka pemodal yang sangat besar, suruh bersaing ya enggak bisa, enggak mungkin itu,” ujarnya.
Karena itu, Prabowo menegaskan pemerintah harus melakukan intervensi untuk melindungi rakyat miskin.
Baca juga: Momen Prabowo Berkeliling Museum Marsinah, Simak Kisah Perjuangan dan Sepeda Ontel Sang Aktivis
Ia kemudian menyebut langkah tersebut sebagai bentuk affirmative action untuk membela kepentingan rakyat.
“Jadi kita terbuka. Ayo sama-sama. Ini perjuangan kita bersama dan ini lambangnya adalah ibu Marsinah. Dan akhirnya kita dapat sedikit-sedikit langkah kecil untuk menegakkan keadilan," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




