Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menanggapi sejumlah prediksi yang menyebut ekonomi Indonesia berada di ambang krisis akibat tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menilai kondisi ekonomi nasional, khususnya sektor pangan dan energi, masih berada dalam situasi yang aman sehingga masyarakat diminta tidak terlalu khawatir terhadap fluktuasi kurs mata uang asing.

Prabowo menyebut aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tetap berjalan normal meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

"Rupiah begini, rupiah begini, apa, dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Maha Kuasa," ujar Prabowo.

Ia juga membandingkan situasi Indonesia dengan sejumlah negara lain yang saat ini menghadapi tekanan berat akibat konflik geopolitik global.

Menurut Prabowo, ketegangan di kawasan Timur Tengah turut berdampak pada rantai distribusi energi dan bahan baku pupuk dunia, terutama setelah jalur strategis Selat Hormuz disebut mengalami gangguan.

"Sebanyak 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz," kata Prabowo saat menjelaskan dampak geopolitik terhadap distribusi energi global.

Presiden menjelaskan bahwa kondisi tersebut ikut memengaruhi produksi pupuk dunia karena industri pupuk sangat bergantung pada minyak dan gas alam sebagai bahan baku utama.

Meski begitu, Prabowo mengklaim Indonesia justru berada dalam posisi yang relatif kuat karena mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus menjadi pemasok bagi negara lain.

"Sekarang saya dapat laporan dari Menteri Pertanian, banyak negara minta pupuk dari Indonesia," ujarnya.

Ia menyebut sejumlah negara seperti Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil mulai mengajukan permintaan komoditas dari Indonesia, termasuk pupuk urea dan beras.

Menurut Presiden, tingginya permintaan tersebut menunjukkan sektor riil Indonesia masih bergerak positif di tengah tekanan ekonomi global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siswinya Viral Setelah Tampil di LCC MPR Kalbar, SMAN 1 Pontianak Berpotensi Kebanjiran Pendaftar di SPMB 2026
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Timwas Haji Berangkat Besok, Bakal Cek Temuan Overkapasitas hingga Jarak Hotel Jamaah
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Ponsel Wisatawan Jatuh ke Laut di Pulau Pari, Polisi Menyelam Bantu Cari
• 4 jam laludetik.com
thumb
Epy Kusnandar Berpulang, Karina Ranau Tolak Tawaran Stripping Demi Jaga Momen Bareng Anak
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Harga Emas Ambles ke Level Terendah 2026, Tertekan Konflik Iran dan Dolar AS
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.