JAKARTA, KOMPAS.TV - Pendakwah sekaligus mantan bandar judi online, Ustaz Dennis Lim, membongkar dugaan adanya praktik “backing” dan setoran kepada oknum agar operasional judi online tetap berjalan.
Dalam pernyataannya, Dennis Lim menyoroti keberadaan markas judi daring yang beroperasi secara terang-terangan di area perkantoran.
Dennis mengatakan, ada dua kemungkinan mengapa operasi judi online bisa berjalan di lokasi umum.
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya praktik suap agar bisnis tersebut tidak ditindak.
Dennis Lim mengaku, saat masih berkecimpung di bisnis judi online, para operator kerap berpindah-pindah lokasi demi menghindari penggerebekan aparat.
Menurutnya, sebagian operator kemudian memilih berpindah ke Kamboja karena sudah banyak kasino fisik yang bisa dipakai sebagai “sub unit” operasional judi online.
Ia menjelaskan, praktik tersebut dilakukan agar operasi judi online tampak legal ketika ada penggerebekan.
Saat ditanya soal pihak yang menerima “sogokan”, Dennis Lim enggan menyebut secara spesifik, namun memberi isyarat adanya keterlibatan oknum yang memiliki kewenangan.
Dennis juga menyebut, operator judi online biasanya memberikan uang agar bisnis mereka tidak digerebek. Namun, jika nominal yang diberikan dianggap kurang, operasi bisa langsung ditindak.
Menurut Dennis Lim, persoalan utama bukan ketidakmampuan memberantas judi online, melainkan adanya pihak-pihak yang diuntungkan dari bisnis tersebut.
“Bukan nggak bisa ditutup, lebih ke ada yang nggak mau itu ditutup, karena ‘kue’nya terlalu besar,” ungkapnya.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/1h5oyCtoVVU
#dennislim #judol #indonesia
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- dennis lim
- judol
- indonesia
- thailand
- bandar





