Percepat Pengisian Daya, BYD Sematkan Teknologi Flash Charging di Model Terlaris

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Raksasa otomotif asal China, BYD, memperkuat posisinya di pasar global dengan memperluas adopsi teknologi Flash Charging. Sistem pengisian daya kilat ini tidak lagi terbatas pada model mewah, melainkan mulai merambah lini produk bervolume tinggi untuk menekan dominasi para pesaing.

Melalui penggunaan Blade Battery 2.0, BYD menawarkan kemampuan pengisian daya dari 10% ke 70% hanya dalam waktu 5 menit. Kecepatan impresif ini didukung oleh infrastruktur pengisian dengan kapasitas hingga 1.500 kW.

Executive Vice President BYD Stella Li mengatakan bahwa strategi ini merupakan bagian dari misi besar perusahaan dalam peluncuran global. Model Denza Z9 GT menjadi unit pertama yang memperkenalkan prinsip "Ready in 5, Full in 9, Cold Add 3" di pasar Eropa.

"Denza Z9 GT adalah pilihan sempurna untuk memperkenalkan prinsip pengisian daya kilat ini kepada dunia," kata Stella dikutip Sabtu (16/5/2026).

Dia menambahkan bahwa teknologi tersebut akan menjadi standar baru dalam efisiensi waktu bagi pemilik kendaraan listrik.

Selain menyasar segmen premium, BYD juga membenamkan teknologi serupa pada Yuan Plus generasi ketiga atau yang dikenal sebagai Atto 3 di pasar internasional. Strategi tersebut diprediksi akan mengubah peta persaingan di kelas crossover listrik dunia yang sangat kompetitif.

Baca Juga

  • BYD-Jaecoo Tumbuh Stabil, Toyota Menang Secara Volume April 2026
  • Harga BYD Atto 1 Naik Rp10 Juta, Bakal Dapat Penyegaran Fitur
  • Balapan Penjualan Mobil China per April 2026: BYD Juara, Jaecoo Membuntuti

Yuan Plus terbaru kini hadir dengan dimensi lebih besar, yakni panjang 4.665 mm dan wheelbase 2.770 mm. Spesifikasi dimensi ini membuatnya semakin sejajar untuk menantang posisi Tesla Model Y di berbagai wilayah pasar.

Kendaraan ini dibekali dua pilihan baterai baru dengan jangkauan berdasarkan standar CLTC masing-masing mencapai 540 km dan 630 km. Performa motor listrik penggerak roda belakang juga ditingkatkan dengan pilihan tenaga hingga 322 hp (240 kW).

Sisi interior mendapatkan penyegaran signifikan berupa layar mengambang 15,6 inci dan sistem berkendara cerdas God’s Eye C. Fitur keselamatan ini mencakup teknologi stabilitas yang mampu menjaga kendali mobil saat terjadi insiden pecah ban pada kecepatan tinggi.

Meski menawarkan kecepatan pengisian yang mengungguli pabrikan seperti Porsche dan Hyundai, inovasi ini memicu diskusi terkait manajemen panas. Dalam sebuah uji coba nyata, suhu sel baterai tercatat menyentuh angka 76,4° Celsius saat proses pengisian berlangsung.

Angka tersebut berada di atas batas rekomendasi keamanan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) di China yang dipatok sebesar 65° Celsius. Kondisi panas ekstrem ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Manajemen BYD merespons isu tersebut dengan memberikan garansi sel baterai seumur hidup bagi para konsumen. Perusahaan mengklaim baterai generasi terbaru ini memiliki standar retensi kapasitas 2,5 persen lebih baik dibandingkan versi sebelumnya.

Persaingan teknologi pengisian cepat dipastikan akan makin sengit seiring munculnya inovasi dari CATL dan Geely. Fokus industri otomotif saat ini mulai bergeser pada cara mengelola panas baterai tanpa mengorbankan kecepatan pengisian daya untuk kenyamanan konsumen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Perjuangan Buruh
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Alasan Pemohon Cabut Gugatan Anggaran MBG dalam APBN: Dapat Musibah
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Menkop Dorong Petani Tebu Jadi Pemilik Saham Pabrik Gula Lewat Koperasi
• 18 jam laludetik.com
thumb
Analisis Ilmiah Klaim Paul L. Peyerl dalam Rilis Dokumen UFO Nazi
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Link Live Streaming Persik Vs Persija Sore Ini, Mulai Jam 15.30 WIB
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.