REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan penolakannya terhadap upaya kemerdekaan Taiwan usai menghadiri KTT AS-China di Beijing. Trump juga mengambil sikap hati-hati terkait kemungkinan penjualan senjata tambahan Washington kepada Taiwan.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (15/5) waktu setempat, Trump menyatakan belum memutuskan apakah akan menyetujui penjualan senjata baru ke Taiwan.
Baca Juga
Diklaim Jaya di Udara, Jet Tempur Kebanggaan Amerika F-35 Malah Rontok karena Karatan
AS Jamin Tetangga RI ini Punya Kapal Selam Bertenaga Nuklir, Mampu Merudal Seribu Kilometer
Trump Pergi, Putin akan Datang, Pertama Kali China Terima Pemimpin AS-Rusia di Bulan yang Sama
“Saya belum menyetujui itu. Mungkin saya akan menyetujuinya atau mungkin tidak,” kata Trump. “Untuk sementara saya menundanya, dan itu tergantung pada China. Ini kartu tawar-menawar yang sangat bagus bagi kita.”
Trump menyebut nilai potensi penjualan senjata tersebut mencapai 12 miliar dolar AS (Rp 195,6 triliun). Menurut dia, jumlah itu sangat besar dan memiliki dampak strategis dalam hubungan Washington-Beijing.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan status quo di Selat Taiwan serta menghindari konflik terbuka dengan China.
“China adalah kekuatan yang sangat, sangat besar, sementara Taiwan hanyalah pulau kecil,” ujar Trump. “Taiwan hanya berjarak sekitar 95 kilometer dari daratan China, sedangkan AS berjarak sekitar 15 ribu kilometer.”
Trump menegaskan dirinya tidak ingin muncul situasi yang memaksa Amerika Serikat terlibat perang akibat deklarasi kemerdekaan Taiwan.
“Saya tidak ingin ada situasi di mana seseorang berkata, ‘AS menekan kita, jadi mari deklarasikan kemerdekaan’,” katanya. “Saya berharap Taiwan dan China sama-sama menahan diri.”
Pernyataan itu sekaligus menandai penentangan Trump terhadap garis politik pemerintahan Partai Progresif Demokratik (DPP) Taiwan yang selama ini dianggap Beijing cenderung mendukung kemerdekaan formal Taiwan.
Trump juga mengklaim China tidak akan mengambil tindakan militer terhadap Taiwan selama dirinya menjabat sebagai presiden.