UEA Tegaskan Siap Hadapi Ancaman Iran Tanpa Bantuan Pihak Luar

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

New Delhi: Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan negaranya tidak membutuhkan perlindungan dari pihak luar dan memiliki kemampuan penuh untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya dari berbagai ancaman regional.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Negara UEA Khalifa Shaheen Al Marar di sela pertemuan para menteri luar negeri BRICS di New Delhi, India.

Dalam forum tersebut, Al Marar menolak berbagai tuduhan yang sebelumnya dilontarkan Iran terhadap UEA, sebagaimana dikutip dari Anadolu, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurut Al Marar, serangan yang menargetkan UEA maupun negara-negara Teluk lainnya merupakan pelanggaran terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan prinsip hubungan bertetangga yang baik.

UEA dan Iran saat ini sama-sama tergabung dalam blok BRICS.

Al Marar juga menegaskan Abu Dhabi menolak segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan, keamanan nasional, maupun kebijakan independen negaranya. UEA Cegat Ribuan Rudal Balistik Ia menyebut UEA memiliki hak untuk mengambil langkah diplomatik, hukum, hingga militer dalam merespons ancaman yang dianggap mengganggu kepentingan nasional.

“Tekanan dan klaim dari pihak luar tidak akan mengubah posisi kami dalam melindungi kepentingan nasional,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Al Marar mengungkapkan sistem pertahanan udara UEA telah mencegat hampir 3.000 rudal balistik, rudal jelajah, dan drone sejak 28 Februari lalu.

Serangan tersebut disebut menargetkan fasilitas sipil dan infrastruktur penting, termasuk bandara, pelabuhan, serta fasilitas energi.

UEA juga menuduh Iran mengganggu jalur perdagangan global melalui penutupan efektif Selat Hormuz.

Al Marar bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk “pembajakan” terhadap jalur maritim internasional. Perang Iran vs AS-Israel Pernyataan keras UEA muncul sehari setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Abu Dhabi menjalin aliansi dengan Israel dan ikut memfasilitasi serangan terhadap Iran.

Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sejak serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan sejumlah negara sekutu AS di kawasan Teluk, disertai penutupan jalur pelayaran Selat Hormuz.

Meski gencatan senjata sempat berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, pembicaraan damai di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Presiden AS Donald Trump kemudian memutuskan memperpanjang status gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu.

Baca juga:  UEA Dilaporkan Diam-Diam Menyerang Iran saat Perang Masih Berlangsung


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indra The Rain dan Bongky BIP Terpilih Jadi Badan Pengawas WAMI
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Zona Megathrust Kepung RI, Ahli Jepang Tunjuk Titik Gempa Dahsyat
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Teknologi Suspensi Mobil Dibawa ke Motor Listrik Omoway OMO-X
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Diimingi Gaji Fantastis, Remaja di Lampung Dijual ke Spa Plus-plus Surabaya
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Polri Siapkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Diresmikan Presiden Prabowo
• 6 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.