Presiden Prabowo Subianto menyambangi Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur, pagi tadi. Desa itu mendadak ramai oleh hiruk-pikuk warga.
Prabowo hadir untuk meresmikan Museum Ibu Marsinah. Namun, kehadiran Prabowo bukan sekadar untuk meresmikan sebuah bangunan, melainkan untuk menyambung rasa dengan sejarah perjuangan buruh Indonesia melalui sosok aktivis buruh, Marsinah.
Sebelum melangkah ke podium peresmian museum, Prabowo terlebih dahulu menyambangi sebuah hunian sederhana yang menjadi saksi bisu masa kecil sangpejuang buruh. Rumah masa kecil Marsinah itu berdiri kokoh di tengah desa,tempat di mana nilai nilai keberanian Marsinah mulai tumbuh.
Kedatangan Prabowo disambut hangat oleh keluarga besar Marsinah. Raut wajah haru terpancar dari kakak Marsinah, Marsini, dan adiknya, Wijiati.
Tak ketinggalan, para sepupu hingga keponakan Marsinah turut berjejer menyambut orang nomor satu di Indonesia tersebut. Dengan senyum ramah, Prabowo menyalami satu per satu anggota keluarga Marsinah.
Didampingi oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Kapolri Jenderal Listyo SigitPrabowo, Mensesneg PrasetyoHadi, serta Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Prabowo kemudian melangkah masuk ke dalam rumah.
Di sana, mantan Menteri Pertahanan itu diajak melihat setiap sudut rumah, hingga tiba di sebuah ruangan kecil yakni kamar pribadi Marsinah.
Di kamar itulah, Prabowo terdiam sejenak, melihat jejak keseharian seorang perempuan muda yang kelak namanya abadi dalam sejarah buruh nasional.
Momen kekeluargaan itu pun diabadikan dengan sesi foto bersama di teras rumah, sebelum rombongan bergeser ke sisi sebelahkiri rumah tersebut yang menjadi tempat di mana Museum Marsinah kini berdiri megah sebagai simbol penghormatan.
Begitu memasuki area museum, Andi Gani langsung bertindak sebagai pemandu. Diamembawa Prabowo menyusuri lorong lorong ingatan yang disusun dengan rapi.
"Ini baju terakhir Pak, baju terakhir Bu Marsinah dengan tasnya," ujar Andi Gani menunjuk ke sebuah lemari kaca.
Prabowo tampak menyimak dengan saksama, menatap lekat pakaian yang menjadi saksi bisu detik-detik terakhir hayat sang aktivis.
Langkah Prabowo berlanjut menuju sebuah layar digital yang menampilkan kliping koran asli. Di sana terekam jelas bagaimana peristiwa pembunuhan Marsinah mengguncang tanah air pada tahun 1993, lengkap dengan catatan prosespengadilannya.
Sejarah yang kelam itu kini disajikan secara transparan agar generasi mendatang tak lupa pada harga sebuah keadilan.
Prabowo kemudian berjalan ke bagian belakang museum. Di sana, terdapat sebuah fasilitas unik berupa rumah singgah. Fasilitas ini sengaja disediakan bagi para peziarah dari luar kota yang ingin memberikanpenghormatan di makam Marsinah.
Setelah puas berkeliling, Prabowo keluar dan berdiri di depan museum, dia langsung meresmikan museum itu. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang akan melekat di Museum Ibu Marsinah.
"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini Sabtu, 16 Mei 2026 saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur," ucap Prabowo.
Museum Ibu Marsinah akan dibuka untuk umum. Keluarga Marsinah akan turut dilibatkan dalam pengelolaanya.
Setelah selesai prosesi peresmian Prabowo dan rombongan berziarah ke makam Marsinah yang masih berada di desa tersebut.
Adapun Marsinah resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada Senin, 10 November 2025 lalu. Penganugerahan tersebut dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Adapun Marsinah dikenal luas sebagai ikon perjuangan hak-hak pekerja, gugur dalam memperjuangkan keadilan bagi rekan-rekannya di Sidoarjo pada tahun 1993. Kini nama Marsinah menjadi pahlawan bangsa yang dikenang karena pengabdian dan keberaniannya.
(ond/zap)





